Ahok Tersangka, Fadli Zon: Ini Melegakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengatakan keputusan polisi menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama berdampak baik bagi sebagian masyarakat.

    "Tentu ini melegakan sebagian besar rakyat Indonesia yang sudah merasa terganggu selama beberapa waktu ini," ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 November 2016.

    Baca: Ahok Tersangka, Ketua MPR Minta Jangan Ada Demo Lagi

    Ratusan ribu orang melakukan demonstrasi besar pada 4 November lalu. Mereka menuntut Basuki alias Ahok diadili atas ucapannya yang dianggap melecehkan Al-Quran.

    Fadli berujar, demonstrasi yang dilakukan massa untuk menyuarakan aspirasinya itu adalah hal wajar. "Dijamin konstitusi kita Pasal 27 ayat 1 soal persamaan kedudukan dalam hukum," ujarnya.

    Menurut politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini, polisi telah menunjukkan sikap adil dengan menetapkan Ahok sebagai tersangka. "Tidak ada diskriminasi dan merupakan satu langkah maju. Kami apresiasi pihak kepolisian," tutur Fadli.

    Baca: Kapolri: Sidang Kasus Ahok Terbuka Seperti Jessica

    Meski begitu, Fadli mengingatkan kasus ini belum selesai. Ia mengatakan proses peradilan masih panjang. Ia pun meminta semua pihak mengawal kasus Ahok agar hukum ditegakkan secara adil. "Dan tidak mengorbankan kepercayaan kepada aparat untuk melindungi satu orang," ucapnya.

    Kepolisian mengumumkan penetapan Ahok sebagai tersangka pagi tadi. Ia dikenai Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    AHMAD FAIZ

    Baca juga:
    Ahok Bisa Lolos dari Jerat Penistaan Agama, Ini Sebabnya
    Ahok: Pengucap Lebaran Kuda Mestinya Dipidana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.