Bom Samarinda: Densus 88 Diterjunkan Ungkap Jaringan Juhanda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Labfor Mabes Polri melakukan identifikasi di lokasi ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Samarinda, 14 November 2016. TEMPO/Firman Hidayat

    Tim Labfor Mabes Polri melakukan identifikasi di lokasi ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Samarinda, 14 November 2016. TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Samarinda - Polisi sampai saat ini masih terus menggelar pengusutan terkait meledaknya bom rakitan di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Tim Datasemen Khusus Anti Teror 88 sudah tiba di Samarinda untuk mengungkap jenis bom dan jaringan pelaku bom di Samarinda.

    Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Inspektur Jenderal Safaruddin, mengatakan hasil penyelidikan polisi terkait kasus ledakan bom di Samarinda belum bersifat terbuka. Seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan teror di Samarinda masih diselidiki.

    "Densus 88 sudah datang membawa ahli kimia dan forensik dari Mabes Polri untuk mengungkap jenis bom dan daya ledaknya," kata Safaruddin, Selasa, 15 Januari 2016 di lokasi pemakaman Intan Olivia Banjarnahor, bocah yang menjadi korban tewas dalam peristiwa ledakan di Gereja Oikumene, Minggu, 12 November 2016.

    Bukan hanya bom, Safaruddin mengatakan, polisi juga menelisik kemungkinan jaringan lain. Terkait dengan bom molotov di lemapr di wihara di Singkawang, Kalimantan Barat sehari setelah bom di Samarinda, Safaruddin juga menyatakan tengah di selidiki. "Termasuk itu juga bagian yang diselidiki," kata dia.

    Mengungkap jaringan teroris yang melibatkan Juhanda di Samarinda polisi sudah memeriksa 19 saksi. Juhanda juga sudah ditetapkan sebagai tetsangka dalam kasus teror ini. "Kami masih kumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk menyesuaikan dengan keterangan saksi-saksi," kata dia.

    Mengumpulkan barang bukti, Safaruddin mengaku memiliki waktu selama sepekan. Olah tempat kejadian perkara sampai saat ini juga masih dilakukan. Sebelumnya, Tim Inafis Polda sudah melakukan olah TKP kemdian dilanjutkan tim Labfor cabang Surabaya keesokan harinya.

    Menurut Safaruddin, olah di tempat kejadian perkara masih memungkinkan dilakukan jika dianggap masih perlu bukti lain. "Kami melakukan analisa dan evaluasi setiap hari untuk mengetahui jika ada kekurangan," kata dia.

    Adapun Komanda Daerah Militer VI Mulawarman membantu mengungkap kasus itu. Panglima Kodam Mayor Jenderal Johny L Tobing mengatakan siap mengerahkan kekuatan untuk mendukung polisi. "Teror harus dilawan jangan sampai dibiarkan, karena mereka jika tak dilawan akan semakin besar," kata jenderal bintang dua ini.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.