Banjir Bandang Berpotensi Mengancam Yogyakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Salam, Magelang, yang berada di bantaran Kali Putih diterjang banjir lahar dingin Merapi, Senin (10/1). Banjir yang terjadi kemarin dinyatakan warga sebagai banjir lahar dingin terbesar yang pernah terjadi pasca erupsi Merapi. Ruas jalan raya penghubung Magelang-Yogyakarta pun putus total. TEMPO/Arif Wibowo

    Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Salam, Magelang, yang berada di bantaran Kali Putih diterjang banjir lahar dingin Merapi, Senin (10/1). Banjir yang terjadi kemarin dinyatakan warga sebagai banjir lahar dingin terbesar yang pernah terjadi pasca erupsi Merapi. Ruas jalan raya penghubung Magelang-Yogyakarta pun putus total. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta masyarakat mengantisipasi hujan lebat dengan durasi singkat. Hujan itu diprediksi dapat menyebabkan genangan, bahkan banjir bandang pada November ini.

    “Khususnya untuk warga daerah perkotaan dan dataran tinggi, periode November ini memicu peningkatan curah hujan signifikan,” ujar Koordinator Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono, Selasa, 15 November 2016.

    Joko menuturkan potensi hujan lebat November ini tercatat akan terkonsentrasi di wilayah utara Kabupaten Sleman atau sekitar lereng Gunung Merapi yang merupakan kawasan hulu sejumlah sungai. Menurut dia, sepanjang sungai-sungai itu berpotensi banjir bandang.

    “Banjir bandang ini merujuk potensi banjir yang datang begitu mendadak karena aliran air yang cukup kencang sehingga banjir lebih cepat terjadi,” ujar Joko.

    Dia menjelaskan, banjir bandang dimungkinkan terjadi di wilayah Yogyakarta karena memasuki November, lembaganya mencatat hujan sudah memasuki kategori sangat lebat di bagian utara Yogyakarta dengan curah hujan di atas 20 mm/jam. “Area yang berdekatan dengan sungai sangat berpeluang mengalami banjir,” katanya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.