Bandung Bongkar 3 Jembatan Penghalang Aliran Sungai Citepus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mberusaha mengevakuasi Toyota Avanza yang terseret banjir Sungai Citepus yang tertutup sampah dan kandas di kawasan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, 11 November 2016. Mobil tak bisa di evakuasi karena  lokasi berada di permukiman padat hingga petugas memotong bagian per bagian. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah petugas mberusaha mengevakuasi Toyota Avanza yang terseret banjir Sungai Citepus yang tertutup sampah dan kandas di kawasan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, 11 November 2016. Mobil tak bisa di evakuasi karena lokasi berada di permukiman padat hingga petugas memotong bagian per bagian. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung membongkar tiga jembatan kecil di Jalan Pagarsih, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Selasa, 15 November 2016. Jembatan itu diduga menghalangi arus aliran Sungai Citepus dan menjadi penyebab banjir di Jalan Pagarsih. 

    Satu dari tiga jembatan kecil yang dibongkar adalah akses jalan masuk ke Gang Sereh. Sedangkan dua jembatan kecil lainnya merupakan akses masuk ke rumah pribadi. 

    "Yang kita bereskan ini untuk pelancaran Sungai Citepus," kata Kepala DBMP Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen saat ditemui di sela-sela pembongkaran, Selasa pagi.

    Iskandar menambahkan, untuk sementara, baru tiga jembatan kecil itu yang dibongkar. Menurut penelitian, tiga jembatan kecil tersebut dinilai memberikan dampak paling besar terhadap banjir di Jalan Pagarsih. 

    Tiga jembatan kecil tersebut dibangun di bawah sempadan Sungai Citepus dan ketebalan betonnya mengurangi kapasitas saluran air sungai. "Kalau belum cukup, lainnya akan kita bongkar juga karena rata-rata tinggi jembatannya bervariasi," ujarnya.

    Iskandar optimistis pembongkaran tersebut bisa sedikit demi sedikit mengurangi banjir di Jalan Pagarsih. Pemerintah Kota Bandung akan mengatur tinggi akses jalan masuk warga ataupun akses jalan masuk ke rumah pribadi harus di atas sempadan sungai. Pada jembatan juga harus diberikan grill agar petugas gorong-gorong DBMP bisa dengan mudah melakukan pembersihan sedimentasi.

    "Sesuai edaran Wali Kota untuk memberikan grill di atas jembatan agar pemeliharaan lebih mudah. Kalau tertutup seperti ini susah pemeliharaannya. Biasanya, kalau sungai seperti ini, pemeliharaannya menggunakan alat berat dengan loader atau ekskavator biar pembersihan pengangkatan sedimen bisa efektif," tuturnya.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang turut menyaksikan pembongkaran itu, mengimbau warga Jalan Pagarsih membongkar sendiri akses jalan masuk ke rumah pribadi mereka jika dianggap menghalangi aliran Sungai Citepus. "Kita akan buat surat edaran kepada warga Bandung yang akses masuk masih menggunakan beton di atas gorong-gorong. Kita minta dibongkar untuk digantikan dengan grill besi untuk memudahkan pengecekan sampah. Pembongkaran dilakukan sendiri. Tapi, untuk daerah yang urgent, kita lakukan dengan tim dari DBMP," ucapnya.

    Ridwan Kamil menambahkan, tiga jembatan akses jalan masuk yang dibongkar paksa hari ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung. "Tim ITB menemukan di Pagarsih ini ada beberapa jalan masuk yang setengah jalannya air tertutup beton, hampir menyisakan setengah atau dua pertiganya saja," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.