Cari Ikan di Kolong, Sangkuriang Dimakan Buaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi dimakan buaya

    Polisi dimakan buaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Malang betul Sangkuriang alias Siankuri alias Bil, 40 tahun, warga Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Senin, 14 November 2016, sekitar 21.00, Sangkuriang dicaplok buaya Sungai Lubuk Bunter, Desa Jada Bahrain. Tubuhnya diseret ke dasar sungai saat sedang menjala ikan bersama temannya, Simin.

    Sangkuriang dan Simin berniat mencari ikan di Kolong Ucok dekat aliran Sungai Lubuk Bunter, Desa Jada Bahrain, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Sangkuriang sempat beristirahat sekitar pukul 19.00 untuk salat isya. Seusai salat, Sangkuriang kembali ke sungai hingga sebatas pinggang untuk menebar jala.

    “Saat asyik menjala ikan, seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban, lalu menghilang ke dasar sungai," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bangka Belitung Najamuddin kepada Tempo, Selasa, 15 November 2016. Simin yang berada di dekat Sangkuriang terkejut dan langsung mencari pertolongan dengan menghubungi masyarakat dan pihak terkait. Buaya sungai itu dikenal ganas dan sering menyerang manusia.

    Humas Badan Search and Rescue (SAR) Bangka Belitung Ahmad Syamsuddin mengatakan hingga saat ini jasad Sangkuriang belum ditemukan. Tujuh personel ditugaskan untuk mencari, dengan bantuan satu perahu karet dan peralatan lainnya. Masyarakat, polisi, serta pihak terkait ikut mencari," ujar Syamsudin.

    SAR akan menyusuri hulu hingga hilir sungai untuk mencari tubuh korban dan buaya. Pencarian dilanjutkan siang hari karena pencarian malam hari tidak berhasil. "Semoga korban hari ini bisa ditemukan.”

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.