Gelar Perkara, Kakak Ahok Sambangi Mabes Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto memimpin Gelar perkara terkait kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mengikuti di Ruang Rupatama, Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 15 November 2016. TEMPO/Subekti

    Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto memimpin Gelar perkara terkait kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mengikuti di Ruang Rupatama, Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 15 November 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kakak angkat Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Amier, datang ke Markas Besar Polri untuk melihat gelar perkara adiknya. Ia datang atas saran Ahok. "Kakak datang saja, siapa tahu bisa masuk," kata dia menirukan Ahok di Mabes Polri, Selasa, 15 November 2016.

    Namun Andi tetap tak bisa masuk ke ruang rapat utama untuk mengikuti gelar perkara Ahok karena tidak mendapat undangan. Ia tidak mempermasalahkannya.

    Hari ini, Badan Reserse Kriminal Polri melaksanakan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Ia dituding menista Islam saat berpidato di hadapan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September lalu. Gelar perkara dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus itu.

    Andi bercerita sempat menemui Ahok di rumahnya. Dia berpesan kepada Ahok supaya dapat mengambil hikmah dari kejadian ini. Ia mengatakan agar Ahok tidak berkukuh untuk minta dibenarkan.

    "Nasi sudah menjadi bubur. Cukup lakukan yang terbaik saja," ujar Andi. Termasuk mendukung proses hukum.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar berjanji polisi akan segera menentukan status hukum kasus ini. "Maksimal pada Kamis sudah ada kesimpulan," kata Boy.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.