Kalteng Minta Temuan 7 Ribu Kayu di Sungai Barito Diusut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Kayu gelondongan. KOMUNIKA ONLINE

    Ilustrasi - Kayu gelondongan. KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Pangkaraya-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta aparat yang berwenang menuntaskan kasus temuan  7.000 potong kayu diduga ilegal di daerah aliran sungai Barito, tepatnya di Desa Teluk Mati, Kabupaten Barito Utara.

    Penuntasan kasus perlu secepatnya dilakukan untuk mengetahui berapa kerugian negara. Selain itu juga untuk mengetahui siapa dalang di balik dugaan pembalakan liar itu. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah  Sipet Hermanto di Palangkaraya, Senin, 14 November 20016. "Kami minta  segera diturunkan tim untuk mengecek  kayu tangkapan itu," ujarnya.

    Menurut Sipet  yang  harus diketahui dulu adalah  jenis kayunya. Tim petugas penting diturunkan karena sulit  melakukan pengamanan terhadap  kayu tersebut. "Karena barang itu posisinya di sungai, dikhawatirkan  hilang," tuturnya.

    Staf  Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Seksi Wilayah I Palangkaraya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sudadi menuturkan kronologi penemuan ribuan kayu yang diduga ilegal tersebut.

    Menurutnya, temuan ribuan potong kayu itu terjadi saat digelarnya operasi bersama yang dilakukan Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum bersama Balai Pemanfaatan Hutan Provinsi  Wilayah X Palangkaraya, Dinas Kehutanan Kabupaten Barito Utara dan Komando Distrik Militer Muara Teweh.

    Kayu-kayu itu ditemukan pada  Rabu, 9 November 2016, di Teluk Mati, daerah aliran sungai  Barito. Adapun jenis kayu yang telah diketahui antara lain  jabon dengan garis tengah  antara 20-25 sentimeter dan panjang 4 meter. "Saat ditangkap, kayu milik perorangan itu  memang ada dokumennya dengan tujuan akhir pengiriman yaitu Banjarmasin, Kalimantan Selatan,"ujarnya.

    Sudadi  belum bisa memastikan apakah ribuan potong kayu itu ilegal atau tidak serta berapa jumlah kubikasi  dan kerugian negara yang ditimbulkan. "Keabsahan apakah kayu itu ilegal atau tidak kita tunggu hasil dari BPHP. Setelah ada hasilnya baru kita kembali turun ke lapangan," ucapnya.

    Selama  2016  terjadi sejumlah pembalakan liar di Kalimantan Tengah. Kayu-kayu tebangan itu dialirkan melaui Sungai Barito. Contohnya pada 28 Febuari 2016  Polda Kalimantan Selatan menyita 4.000 potong kayu log. Dari jumlah tersebut sekitar 366 batang merupakan kayu meranti yang disinyalir berasal dari Kalimantan Tengah.

    Pada 11 April 2016 Komando Resor Militer 102 Panju Panjung, Palngkaraya menemukan 4.500 batang kayu log di Sungai Lahai, Kabupaten Barito Utara dengan tujuan akhir  Banjarmasin.

    Terakhir pada  9 November 2016  kembali ditemukan 7.000 potong kayu di Desa Teluk Mati daerah aliran sungai Barito Utara dengan tujuan akhir juga Banjarmasin.

    KARANA W.W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.