Ini Antisipasi Ridwan Kamil Hadapi Puncak Musim Hujan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mberusaha mengevakuasi Toyota Avanza yang terseret banjir Sungai Citepus yang tertutup sampah dan kandas di kawasan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, 11 November 2016. Mobil tak bisa di evakuasi karena  lokasi berada di permukiman padat hingga petugas memotong bagian per bagian. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah petugas mberusaha mengevakuasi Toyota Avanza yang terseret banjir Sungai Citepus yang tertutup sampah dan kandas di kawasan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, 11 November 2016. Mobil tak bisa di evakuasi karena lokasi berada di permukiman padat hingga petugas memotong bagian per bagian. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan memaksimalkan anggaran kebencanaan Pemerintah Kota Bandung untuk menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari 2017.

    Seperti diketahui, pada Ahad, 13 November 2016, hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Bandung. Akibatnya, beberapa bangunan rusak dan sejumlah pohon tumbang menimpa kendaraan. Tidak hanya itu saja, di beberapa titik salah satunya Stasiun Bandung terendam air luapan dari sungai dan saluran. "Saya akan membelanjakan sebanyak-banyaknya yang bisa dibelanjakan sampai Desember 2016, supaya pas puncak (musim hujan) Januari 2017 bisa terprediksi," kata Ridwan Kamil di Pendapa Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Senin, 14 November 2016.

    Lebih lanjut Ridwan Kamil menambahkan, anggaran akan digunakan untuk membangun infrastruktur-infrastruktur penanganan banjir yang bisa dilakukan dengan cepat. "Kita akan bikin sumur-sumur resapan, pompa-pompa air dan tol air, karena itu paling mudah dirakit," ujarnya.

    Selain itu, Ridwan Kamil mempersilakan kepada warga Kota Bandung mengajukan klaim ke Pemerintah Kota Bandung apabila harta benda mereka menjadi korban keganasan hujan disertai angin kemarin. Salah satu contoh yang bisa diklaim menurut dia adalah kendaraan bermotor yang tertimpa pohon tumbang. "Ada prosedurnya, kalau ketimpa pohon ada di anggaran bencana tidak terduga. Kalau kena pohon ke Dinas Taman dan kalau karena air, ke Dinas Bina Marga dan Pengairan," katanya. *

    PUTRA PRIMA PERDANA

    Baca:
    Banjir Dikhawatirkan Menurunkan Investasi di Karawang
    Banjir Surut, RS Mata Cicendo Bandung Beroperasi Kembali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.