Mau Ungkapkan Cinta di Taman, Malah Tertangkap Satpol PP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan/berpacaran. AP/Rebecca Blackwell

    Ilustrasi pasangan/berpacaran. AP/Rebecca Blackwell

    TEMPO.CO, Bangkalan -Taman menjadi tempat romantis bagi remaja untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada lawan jenis. Seperti YS, siswa berusia 18 tahun sebuah Madrasah Aliyah di Bangkalan juga memanfaatkan sepinya Taman Paseban untuk 'menembak' SB, 17 tahun, teman sekelasnya.

    Alih-alih mendapat balasan cinta, YS menanggung malu digelandang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). SB pun ikut dibawa kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan.

    Kisah bermula saat YS mengajak SB bolos sekolah dan jalan-jalan ke Taman Paseban. SB tak mengelak. Namun malang, mereka tertangkap basah petugas Satpol PP.

    YS diinterogasi Kepala Kepala Satpol PP Bangkalan, Ram Halili. Awalnya YS mengelak mempunyai hubungan khusus dengan SB. Namun setelah terus didesak, akhirnya YS mengaku sengaja membawa SB ke Taman Paseban untuk mengungkapkan perasaan cintanya. "SB ini adik kelas YS. YS kelas tiga," ucap Ram Halili meniru ucapan YS.  

    SB membantah punya hubungan khusus dengan YS. "Saya tidak  pacaran pak, saya ikut dia karena mau beli HP, lagi ada diskon," ujar SB.

    Kepada Satpol PP, SB membenarkan kalau SY mengungkapan cintanya. "Saya menolaknya, Pak," tutur SB.

    SB pun bercerita bahwa YS pernah mengirim surat cinta. SB tak membalas surat itu, sebagai isyarat penolakan. Karena tak berbalas,  YS mencari kesempatan untuk menanyakan langsung ke SB.

    Hari ini waktu yang tepat bagi YS untuk 'menembak' SB karena jam pertama sekolah kosong. YS beralasan mau membeli ponsel dan minta SB menemani. Tapi sebelum ke toko ponsel, YS membawa SB ke Taman Paseban.

    Namun saat ingin mengutarakan cintanya, keburu ketangkap Satpol PP. "Beneran pak, tadi dia mau 'nembak'. Kalau nembak lagi, saya akan tolak," kata SB di hadapan petugas Satpol PP.

    Selain YS dan SB, ada dua siswa lain yang tertangkap karena bolos sekolah. Ram Halili menegaskan, para siswa itu baru akan dilepaskan setelah dijempuat orangtua dan kepala sekolah. "Ini biar menjadi pelajaran bagi pelajar lain," ungkap dia.

    MUSTHOFA BISRI

    Baca juga:
    Trump Jadi Presiden Amerika, Facebook Tolak Bertanggung Jawab
    Jangan Lewatkan, Malam Ini Ada Fenomena Supermoon
    Jokowi Belum Temui HMI dan FPI, Ini Alasan Istana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.