Jokowi Belum Temui HMI dan FPI, Ini Alasan Istana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Kabinet Pramono Anung membacakan puisi dalam  Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo  dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung membacakan puisi dalam Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa konsolidasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo dengan organisasi Islam dan aparat penegak hukum belum usai. Namun, sejauh ini, belum ada rencana pertemuan dengan Himpunan Mahasiswa Islam dan Front Pembela Islam.

    "Tapi, saya sampaikan Presiden bisa komunikasi dengan siapa saja," ujar Pramono saat ditemui di kantornya, Istana Kepresidenan, Senin, 14 November 2016.

    Sebagaimana diketahui, FPI adalah inisiator dari demo besar 4 November lalu yang bertujuan mendesak pemerintah untuk menghukum calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok, saat ini, tengah terjerat kasus dugaan penistaan agama.

    Sedangkan HMI adalah organisasi massa yang diduga memicu kerusuhan pada demo 4 November lalu. Lima orang anggotanya pun sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Ismail Ibrahim, Ami Jaya Halim, Ramadhan Reubun, Muhammad Rijal, dan Rahmat Muni.

    Pramono menjelaskan bahwa Presiden selalu memiliki pertimbangan sendiri perihal siapa yang akan ditemui dan diajak berkonsolidasi. Dalam hal menyikapi demo 4 November lalu, Presiden memilih untuk berkomunikasi dengan tokoh-tokoh yang bisa diharapkan menentramkan persoalan.

    "Presiden bersilaturahmi, berkomunikasi, berdialog dengan siapa pun agar masyarakat ini segera tenang. Jangan sampai momentum perbaikan ekonomi terganggu persoalan demo," ujar Pramono.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.