Minggu, 18 November 2018

Balita Korban Bom di Gereja Oikumene Samarinda Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati TKP ledakan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, Kaltim, 13 November 2016. Seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. TEMPO/Firman Hidayat

    Warga mengamati TKP ledakan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, Kaltim, 13 November 2016. Seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Samarinda - Seorang balita korban bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Intan Olovia Banjarnahor, 2,5 tahun, akhirnya meninggal pada hari ini, 14 November 2016. Intan Olivia yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya mengembuskan napas terakhirnya di RSUD AW Syaranie, Samarinda, sekitar pukul 04.30 Wita.

    "Anak kami Intan meninggal setengah lima, subuh tadi. Sekarang kami berduka di rumah orang tuanya," kata Robert Sihite, Sekretaris Bendahara Gereja Oikumene, Samarinda Seberang, Senin, 14 November 2016.

    Baca:
    BOM GEREJA: Bocah-bocah Ceria Bermain, lalu Blaar!
    Bom di Samarinda, GMKI Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

    Rumah duka beralamat di Jalan Jati 3 Blok M RT 27 Nomor 70 Kelurahan Harapan Baru, Samarinda Seberang. Orang tua Intan, Marbun Banjarnahor berduka. Hampir seluruh jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Samarinda Seberang memenuhi rumah duka.

    Intan Novia menjadi korban ledakan bom molotov bersama tiga balita lain di Gereja Oikumene, Minggu, 13 November 2016. Intan mengalami luka serius bersama Trinity Hutahayan. Keduanya dirujuk ke RSUD AW Syahranie. Intan dan Trinity mengalami luka bakar hingga 60 persen tubuhnya.

    Polisi sudah menahan seorang yang diduga pelaku pengeboman berinisial J. Dari riwayatnya, pelaku merupakan residivis pelaku pengeboman di Jakarta.
     
    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.