Pers Mahasiswa Diundang Belajar Investigasi di Tempo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Eksekutif Tempo Grup Hermin Kleiden (kanan) menerima kunjungan wartawan Jerman ke Redaksi di Gedung Tempo Media Grup di Jalan Pal Merah, Jakarta, Selasa 8 November 2016. Kunjungan dalam program Dialog Media Indonesia-Jerman. TEMPO/Subekti.

    Dewan Eksekutif Tempo Grup Hermin Kleiden (kanan) menerima kunjungan wartawan Jerman ke Redaksi di Gedung Tempo Media Grup di Jalan Pal Merah, Jakarta, Selasa 8 November 2016. Kunjungan dalam program Dialog Media Indonesia-Jerman. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempo Media Group bekerja sama dengan Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) mengadakan program magang investigasi di Tempo untuk pers mahasiswa. Program ini akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada Senin, 9 Januari 2017.

    Pengurus FAA PPMI di bidang advokasi, Franditya Utomo, mengatakan satu gelombang magang paling banyak diikuti empat orang, yang merupakan perwakilan dua lembaga pers mahasiswa. “Mereka akan mengikuti program magang investigasi di Tempo selama satu bulan penuh,” kata Franditya melalui pesan pendek, Minggu, 13 November 2016.

    Waktu tiga bulan itu terbagi atas satu bulan pelatihan dan magang di Tempo, lalu peserta magang menyelesaikan liputan di kampus masing-masing dua bulan berikutnya.

    Redaktur Pelaksana Desk Investigasi Tempo, Philipus Parera, mengatakan peserta magang akan diajarkan teknik-teknik investigasi mulai dari perencanaan hingga produksi. “Mereka bisa terlibat atau tandem dengan wartawan kami, melakukan investigasi. Dari situ kami berharap mereka bisa belajar banyak,” kata Philipus.

    Setiap anggota magang juga akan didampingi seorang mentor. “Untuk supervisi investigasi yang mereka rencanakan dalam proyek ini,” ujar Philip.

    Sekretaris Jenderal PPMI Abdus Somad mengatakan program ini adalah hal yang positif bagi keberlangsungan hidup pers mahasiswa ke depan. “Melatih persma untuk menulis investigasi merupakan sebuah gebrakan baru di tubuh persma,” ucapnya.

    Menurut Somad, biasanya awak pers mahasiswa menulis berita dalam bentuk in-depth news atau liputan yang mendalam. Tulisan itu mereka muat di media masing-masing. “Tapi kini ada magang di Tempo dengan liputan investigasi, tentu saja menjadi sebuah tantangan bagi persma untuk mencobanya.” Jika memenuhi standar Tempo, hasil liputan mahasiswa ini juga akan dimuat di majalah Tempo, Koran Tempo, atau Tempo.co.

    Somad berharap program seperti ini terus berlanjut. Somad mengatakan sejak pengumuman magang ini diluncurkan, banyak aktivis pers mahasiswa bertanya cara ikut dan mendaftar program ini. Dia menjelaskan informasi lebih jelas mengenai program ini bisa dibaca di situs FAA PPMI.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.