Soal Demo 4 November, Fahri ke Jokowi: Yang Ditakuti Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah saat hadir di rumah duka mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Tutty Alawiyah di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur, 4 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah saat hadir di rumah duka mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Tutty Alawiyah di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur, 4 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Presiden Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa (KA KAMMI) Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak mengaitkan demonstrasi 4 November 2016 dengan dugaan aktor politik di belakangnya. “Mustahillah ini ditunggangi kelompok lain,” kata Fahri Hamzah di Jakarta, Ahad, 13 November 2016.

    Menurut Fahri, demonstrasi pada 4 November murni tuntutan rakyat terhadap keadilan yang harus ditegakkan. Menurut dia, pernyataan Presiden Jokowi yang menduga ada aktor politik di balik demo adalah tindakan berlebihan. Seolah-olah demonstran diasosiasikan dengan gejala konflik dari luar.

    Baca Juga 
    Kasus Ahok, Jokowi: Kalau Saya Intervensi yang Lain Minta
    Pendukung Berbelok Jadi Benci Ahok, Mengapa?

    Wakil Ketua DPR itu meminta Jokowi percaya diri dan tidak perlu terprovokasi dengan pihak lain. “Ini sifatnya lokal,” ujarnya. Kondisi semakin buruk dengan sikap Presiden yang tidak mau menemui para demonstran. Padahal, menurut Fahri, tidak ada yang perlu ditakutkan Presiden ketika menerima perwakilan demonstran ke Istana Negara. 

    Fahri justru menganggap tindakan Presiden Jokowi dengan mendatangi perwakilan organisasi masyarakat Islam adalah tindakan tidak bijaksana. Sebab, tindakan itu justru memberi kesan Presiden takut kepada rakyat. “Yang ditakuti apa? Kenapa kalau pelawak-pelawak mau diterima?” tuturnya.

    Simak Pula
    Seperempat Tim Transisi Donald Trump Diisi Kerabat Dekat
    Survei Lembaga Sinergi Data: Elektabilitas Ahok-Djarot Turun

    Fahri juga meminta agar kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Badan Intelijen Negara tidak mengaitkan demonstrasi 4 November dengan gejolak dari kelompok-kelompok radikal di luar. “Itu muter, enggak menyelesaikan masalah,” ucapnya. Menurut Fahri Hamzah, rakyat ingin didengar. Rakyat, kata Fahri, ingin Presiden tetap berkomitmen pada konstitusi.

    Menanggapi wacana demo selanjutnya pada 25 November, ia menilai Presiden harus menemui rakyat untuk menurunkan tensi atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Perihal gelar perkara terhadap Basuki alias Ahok, ia menyerahkan sepenuhnya terhadap prosedur pro justitia

    DANANG FIRMANTO

    Baca Pula
    Kapolri: Pelaku Bom Samarinda Eks Narapidana Bom Puspitek
    Fahri Hamzah Terpilih Jadi Presiden Keluarga Alumni KAMMI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.