Petani di Indragiri Hulu Tewas Diterkam Buaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buaya. Sxc.hu/Sias van Schalkwyk

    Ilustrasi buaya. Sxc.hu/Sias van Schalkwyk

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Seorang petani di Desa Usul, Kecamatan Batang Gangsal, Indragiri Hulu, Riau, tewas diterkam buaya di Sungai Batang Gangsal. Petani bernama Sunardi, 28 tahun, itu ditemukan mengambang di dalam sungai. Namun tidak berapa lama tubuhnya menghilang lagi karena diseret buaya ke dasar sungai.

    Perwira Urusan Humas Kepolisian Resor Indragiri Hulu Inspektur Satu Yarmen Djambak mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 11 November 2016. Sunardi memang rutin menyeberangi sungai untuk ke kebun. "Korban selalu berenang untuk menyeberangi sungai," kata Yarmen, Sabtu, 12 November 2016.

    Namun, menjelang siang, korban belum juga pulang ke rumahnya. Dua petani, Wahyudi dan Meggi, yang sedang istirahat di pondok kebun di pinggir sungai, secara tidak sengaja melihat benda mencurigakan muncul dari sungai. Benda itu mirip tubuh manusia.

    Karena penasaran, keduanya mendekat menggunakan perahu. Setelah di perhatikan, ternyata benar itu sosok manusia dalam keadaan tertelungkup. "Saat ditemukan itu sebagian badan dari kaki hingga pinggang seperti tersangkut di Batang kayu," kata Yarmen.

    Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut ke Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Brigadir Syukri. Mendapat laporan itu, polisi datang ke lokasi dan berusaha mengevakuasi tubuh korban. Saat itulah buaya bergerak dan menarik tubuh korban ke dasar sungai. "Ternyata kaki korban berada dalam mulut buaya," ujar Yarmen.

    Polisi dibantu Tim SAR Indragiri Hulu turun ke sungai untuk mencari jenazah Sunardi. Jasad korban akhirnya ditemukan pada Sabtu, 12 November 2016, sekitar pukul 05.30. "Saat ini korban telah disemayamkan di rumah duka," kata Yarmen.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.