Trump Menang, Menlu: Indonesia Siapkan Segala Kemungkinan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Barack Obama bersalaman dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. AP Photo

    Presiden AS, Barack Obama bersalaman dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi belum mau mengungkapkan sikap politik luar negeri Indonesia menyusul kemenangan Donald Trump di pemilihan umum Amerika Serikat. Namun, dia mengakui dunia tengah menunggu formulasi kebijakan yang akan ditampilkan Amerika di bawah kepemimpinan Trump.

    "Pemilu sudah ada hasil, tapi ada beberapa tahap sampai nanti beliau (Trump) dilantik pada Januari (2017)," ujar Retno seusai rapat terbatas di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Jumat, 11 November 2016.

    Selagi menunggu kebijakan Amerika yang menyangkut negara lain, Retno menyebut pihaknya tengah mematangkan rencana, guna merespons segala kemungkinan. "Kami lakukan exercises, jika A maka begini, jika B maka begini, (berdiskusi) dengan pihak think tank, dengan kalangan swasta, dengan semuanya saya lakukan."

    Retno enggan berkomentar soal rencana kontroversial Trump, yang sempat diungkapkan dalam masa kampanyenya. Presiden terpilih Amerika ke-45 asal Partai Republik itu berencana melarang warga muslim masuk ke Amerika, hingga membangun tembok perbatasan untuk mencegah masuknya imigran.

    "Sekali lagi, kita harus tunggu formulasi kebijakannya. Semuanya saya potretkan segala kemungkinannya, bagaimana nanti kira-kira respons kita," ujar Retno.

    Ditemui terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai pergeseran kursi kepemimpinan di Amerika tak berpengaruh pada kebijakan pertahanan. Kemenangan Trump oleh beberapa pengamat sempat dinilai bisa meningkatkan tensi keamanan kawasan Asia-Pasifik.

    "Jangan bawa-bawa hal itu ke sini (Indonesia), jangan bikin kita banyak kerjaan," ujar Ryamizard di kompleks Kemhan, Jakarta Pusat.

    Menurut dia, belum ada sikap khusus yang harus diambil untuk pengamanan wilayah rawan konflik, seperti Laut Cina Selatan. "Kita biasa-biasa saja," katanya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.