Alumnus HMI Laporkan SBY ke Bareskrim Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan pandangan Partai terhadap isu nasional terkini di Cikeas, Bogor, 10 Juni 2016. SBY menyampaikan tujuh isu penting, terutama pada isu Ekonomi dan Hukum. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan pandangan Partai terhadap isu nasional terkini di Cikeas, Bogor, 10 Juni 2016. SBY menyampaikan tujuh isu penting, terutama pada isu Ekonomi dan Hukum. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah orang yang menamakan diri Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Lintas Generasi mendatangi gedung Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 10 November 2016. Mereka ingin melaporkan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    "Kami sangat menyayangkan pidato SBY pada 2 November yang kami duga memprovokasi masyarakat yang ingin melakukan aksi damai," kata Koordinator Forum Silaturahmi Alumni HMI Mustaghfirien, Kamis, 10 November 2016. Menurut dia, secara tersirat, SBY tidak terlepas dari kepentingan politik partainya yang mendorong salah satu calon Gubernur DKI Jakarta.

    "Pidato SBY pada 2 November kami duga mengandung tindak pidana penghasutan, sehingga kami mendorong Bareskrim Polri menindaklanjuti dugaan tindak pidana itu," ujar Mustaghfirien. Dia juga meminta polisi mengungkap dan menangkap aktor-aktor politik yang diduga memanfaatkan demonstrasi 4 November 2016. Forum ini menduga salah satu orang yang dimaksud Presiden Joko Widodo sebagai aktor politik yang menunggangi demonstrasi itu adalah SBY.

    Salah satu ucapan SBY yang membuat forum ini keberatan adalah, "Tidak mungkin tidak ada ribuan rakyat berkumpul hanya untuk happy-happy, jalan-jalan, lama tidak lihat Jakarta, misalnya. Barangkali karena merasa yang diprotes itu dan tuntutannya itu tidak didengar. Nah, kalau sama sekali tidak didengar, diabaikan, sampai lebaran kuda masih akan ada unjuk rasa."

    Sekretaris Forum Silaturahmi Alumni HMI Adhel Setiawan juga menyampaikan petikan ucapan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut yang dianggap bernada penghasutan dan ancaman mengenai proses kasus Ahok. Pernyataan SBY itu adalah, "Jadi, kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, jangan salah kutip, negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan. Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum."

    Ada pula kalimat SBY yang dinilai meremehkan Ahok, yaitu, "Jangan sampai saudara-saudara 200 juta rakyat Indonesia nasib dan masa depannya disandera oleh urusan satu orang. Saya kira tidak benar kehidupan bernegara ini macet karena urusan satu orang yang tidak bisa kita selesaikan secara benar, tepat, dan bijak."

    Kader HMI sendiri juga turut berunjuk rasa pada 4 November lalu. Adhel menuturkan para anggota HMI itu juga telah dimanfaatkan. "Kasihan adik-adik kami di HMI dijadikan tumbal politik. Seharusnya tokoh-tokoh sekaliber SBY tidak ikut campur dengan urusan daerah," katanya.

    Mereka telah mendapat surat tanda laporan di Bareskrim. Namun mereka belum membuat laporan polisi.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.