NU dan Muhammadiyah Diimbau Tak Datang ke Gelar Perkara Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembicara diskusi publik dengan tema

    Pembicara diskusi publik dengan tema "Kasus Ahok Nista Islam dalam Perspektif Hukum Pidana" (kiri-kanan) Dr. Margarito Kamis, SH, MH, Prof. Dr. Syaiful Bakhri dan Teuku Nasrulloh SH, MH. Acara dilakasanakan di Rumah Amanat Rakyat, Kamis,10 Nopember 2016. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum Margarito Kamis mengatakan MUI, NU, atau Muhammadiyah sebaiknya tidak datang dalam gelar perkara Basuki Tjahaja Purnama di Bareskrim Polri demi menghormati penyidik. Pernyataan ini disampaikan Margarito dalam diskusi publik "Kasus Ahok Nista Islam dalam Perspektif Hukum Pidana" di Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

    Menurut Margarito, pendapat ahli-ahli sudah ada dalam berita acara pemeriksaan, sehingga keberadaan ahli agama tidak diperlukan. Para penyidik diharapkan bekerja profesional sesuai dengan profesinya. Biarkan mereka putuskan ada atau tidak ada tindak pidana. Jika ada, siapakah yang menjadi calon tersangka.

    Diskusi ini membahas video Ahok saat berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu. Pernyataan yang terekam tersebut mengundang kontroversi publik hingga terjadi unjuk rasa besar-besaran di sekitar Istana pada 4 November 2016.

    Acara diskusi menghadirkan pembicara lain, seperti pakar hukum pidana/Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Syaiful Bakhri dan pakar hukum pidana/pengajar di FH-UI Nasrullah. Di antara peserta diskusi terlihat juga Sri Bintang Pamungkas dan mantan Wakil Gubernur DKI Prijanto.

    MARIA FRANSISCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.