Kementerian Luar Negeri Belum Pastikan Kematian Abu Jandal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan rumah kakak Salim Mubarak, Yayak Fauziah Fauzi, di Jalan Irian Jaya A/33, Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 9 November 2016. TEMPO/Nur Hadi

    Penampakan rumah kakak Salim Mubarak, Yayak Fauziah Fauzi, di Jalan Irian Jaya A/33, Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 9 November 2016. TEMPO/Nur Hadi

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Luar Negeri belum bisa memastikan informasi tewasnya salah satu milisi ISIS asal Indonesia, Salim Mubarak Atamimi, alias Abu Jandal. Pria asal Pasuruan, Jawa Timur, itu dikabarkan tewas di Mosul, Irak. 

    "Itu di wilayah konflik, di sana tak ada perwakilan Kementerian Luar Negeri RI. Saat ini kami tak bisa mengkonfirmasi benar tidaknya kabar itu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat jumpa pers di Ruang Palapa Kemlu, Pejambon, Jakarta, Kamis, 10 November 2016. 

    Baca: Keluarga: Abu Jandal Jihad, Bukan Ikut Perang ISIS 

    Arrmanatha menyebut, Abu Handal pergi ke luar negeri secara informal, juga tak melaporkan diri ke Kedutaan Besar RI Damaskus dan KBRI Baghdad. "Jadi info dari KBRI juga tak ada. Mereka tak bisa konfirmasi."

    Dia menyebut masyarakat masih harus menyaring lagi informasi tersebut. Pasalnya, kabar itu pertama beredar dari media sosial. 

    Simak: Pernah 'Mati', Mabes Polri Belum Yakin Abu Jandal Tewas 

    Meski belum ada keterangan resmi dari pemerintah, informasi ini telah dikonfirmasi keluarga Abu Jandal sendiri, yaitu oleh kakaknya, Yayak Fauziah Fauzi. Lewat kabar yang datang dari seorang teman, Yayak memastikan kematian adiknya yang telah hilang kontak selama 10 tahun itu. Kabar kematian Salim, alias Abu Jandal, menurut dia, juga sempat terdengar pada 2015.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.