Donald Trump Menang, Kemlu: Tak Ada Arahan Khusus untuk WNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arrmanatha Christiawan Nasir, juru bicara Kementerian Luar Negeri. Tempo/Natalia Santi

    Arrmanatha Christiawan Nasir, juru bicara Kementerian Luar Negeri. Tempo/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI menyatakan tak ada perubahan tertentu pada sikap politik Indonesia dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat ke-45. Indonesia meyakini hubungan kerja sama dengan AS akan tetap terjalin baik.

    Juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir pun mengatakan tak ada pesan dan imbauan yang spesifik untuk para warga negara Indonesia yang tengah berdiam di Negeri Paman Sam itu. "Pada WNI di luar negeri, kami selalu pesankan hal yg sama, yaitu menhormati hukum dan kebijakan setempat," ujar Arrmanatha di komplek Kemlu, Pejambon, Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

    Indonesia, ujar Arrmanatha, menyambut terpilihnya Presiden AS baru asal Partai Republik tersebut. Menurutnya, hasil pesta demokrasi AS yang berlangsung pada 8 November waktu setempat itu adalah keberhasilan tersendiri bagi AS.

    Arrmanatha, mewakili Kemlu, tak ingin berkomentar dini tentang sejumlah kebijakan kontroversial yang diungkapkan Trump, di masa kampanye. Menurut Arrmanatha, situasi kampanye berbeda dengan situasi saat pemerintahan baru telah dimulai.

    "Kami belum dengar kebijakan detilnya, khususnya terkait politik luar negeri. Namun, sebagai salah satu negara terbesar, mereka akan memikirkan dampak (kebijakan) dan melalui berbagai pertimbangan," tutur Arrmanatha.

    Trump dipastikan menjadi penerus Barack Obama setelah mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Kepastian ini didapat setelah electoral college Trump melewati angka 274 suara elektoral.

    YOHANES PASKALIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.