Bebas, Antasari Azhar Kangen Suara Burung Beo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua KPK Antasari Azhar bersama istrinya setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang, 10 November 2016. Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara pada 2009 atas kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Mantan Ketua KPK Antasari Azhar bersama istrinya setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang, 10 November 2016. Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara pada 2009 atas kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Antasari Azhar yang telah bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Tangerang mengaku rindu akan binatang piaraannya. Antasari, yang tiba di rumahnya pada pukul 11.00 WIB di Kompleks Les Belles Maisons, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, langsung mengadakan jumpa pers di dalam rumahnya.

    "Kangen sama suara burung beo. Biasanya kalau saya datang, burung itu bilang 'assalamualaikum'. Sekarang sudah lupa mungkin beonya," kata Antasari, Kamis, 10 November 2016.

    Selain burung beo, kata Antasari, ada ikan arwana. Menurut dia, ikan tersebut sudah lima tahun bersamanya. "Sudah saya rawat dari kecil dari dalam lapas, ini saya bawa pulang sudah besar," katanya.

    Saat ini, kediaman Antasari Azhar masih dipenuhi kerabat dan teman-temannya. Di dalam rumah juga masih banyak tamu yang mengucapkan selamat kepada Antasari Azhar. Kedatangan Antasari Azhar disambut sorak-sorai kerabat serta kolega Antasari yang sudah menunggu sejak pagi di rumahnya di Kompleks Les Belles Maisons, BSD, Tangerang Selatan.

    Antasari yang tiba menggunakan mobil minibus warna putih oranye langsung disambut gembira. Antasari yang menggunakan peci hitam dan batik merah langsung masuk ke rumah. "Ini momentum paling bagus. Ingin menerima secara utuh sebagai manusia bebas," kata Laksamana Pertama (Purnawirawan) Bambang Wahyudin, salah satu teman Antasari di SMA Negeri 7 Gambir, Jakarta.

    Bambang mengaku terkesan akan sosok‎ rekannya itu yang pernah sebangku di kelas III. Antasari, kata Bambang, dikenal sebagai pribadi yang cerdas, berintegritas, tegas, dan disiplin. "Semua rekan-rekannya sangat menghargai pribadi Antasari. Selama Antasari mendekam di lembaga pemasyarakatan, saya bersama rekan- rekan lainnya rutin membesuk," ujarnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.