Apa pun Keputusan Trump, Indonesia Tetap Dukung Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjuk rasa membentangkan poster saat melakukan aksi protes di depan hotel tempat Donald Trump melakukan pertemuan dengan polisi di Portsmouth, 10 Desember 2015. Trump, calon presiden Partai Republik membuat pernyataan mau melarang orang Islam ke Amerika Serikat. AP/Charles Krupa

    Sejumlah pengunjuk rasa membentangkan poster saat melakukan aksi protes di depan hotel tempat Donald Trump melakukan pertemuan dengan polisi di Portsmouth, 10 Desember 2015. Trump, calon presiden Partai Republik membuat pernyataan mau melarang orang Islam ke Amerika Serikat. AP/Charles Krupa

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi warga Muslim terbesar di dunia, tak memberi sikap politik khusus atas kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat, Selasa, 8 November 2016. Presiden AS terpilih dari Partai Republik itu diketahui sering melontarkan pernyataan yang menyudutkan kaum tertentu, salah satunya terhadap umat Islam.

    "Saat ini kita harus lihat kebijakan AS ke depannya. Retorika dalam kampanye belum tentu sama dengan ketika di pemerintahan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, saat jumpa pers di gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

    Salah satu hal yang dikhawatirkan publik atas kemenangan Trump adalah kemungkinan mundurnya AS dari forum internasional yang mendukung perdamaian di Palestina.

    Terkait dengan hal itu, Arrmanatha menyebut pemerintah AS tak akan mengeluarkan sebuah kebijakan tanpa pertimbangan. "Mereka juga pasti akan menyadari dampak dan (tindakan AS) tak mengurangi upaya Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina. Kita masih di garda terdepan."

    Kemenangan Trump sempat dinilai membawa dampak buruk oleh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. "Khawatir terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat akan memperburuk hubungan Amerika Serikat dengan dunia Islam," ujarnya di kantor MUI kemarin.

    Din mengatakan hubungan AS dengan dunia Islam sempat membaik saat kepemimpinan Barrack Obama, dibanding saat Negeri Paman Sam itu masih dipimpin Presiden George W. Bush. "Sekarang ini Donald Trump, saya kira lebih parah daripada George W. Bush," kata Din.

    YOHANES PASKALIS

    Baca juga:
    Pendeta Berdemo, Tuntut Rizieq FPI & Ahmad Dhani Ditangkap
    Terungkap, Antasari Azhar: Saya Mau Masuk Penjara karena...
    Sukses Jadi Artis, Begini Kehidupan Asmara Ayu Ting


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.