Atasi Banjir, Ridwan Kamil Lakukan Ini di Pagarsih Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berusaha mengangkat mobil yang hanyut terbawa banjir bandang di bawah jembatan Sungai Citepus di Jalan Pasirkoja, Bandung, 25 Oktober 2016. Mobil Nissan Grand Livina tersebut terbawa arus banjir dari Jalan Pagarsih lalu masuk sungai sampai Jalan Pasirkoja. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas berusaha mengangkat mobil yang hanyut terbawa banjir bandang di bawah jembatan Sungai Citepus di Jalan Pasirkoja, Bandung, 25 Oktober 2016. Mobil Nissan Grand Livina tersebut terbawa arus banjir dari Jalan Pagarsih lalu masuk sungai sampai Jalan Pasirkoja. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerjunkan 1.000 orang petugas gorong-gorong untuk melakukan pengerukan di dua lokasi, yakni Jalan Pasteur dan Jalan Pagarsih, Rabu, 9 November 2016. Dua jalan ini pernah menjadi sorotan masyarakat lantaran banjir hebat beberapa waktu lalu.

    "Di dua lokasi yang terdampak banjir, Pagarsih dan Pasteur, kita lakukan upaya-upaya emergency. Yang pertama, jangka pendek, ada pengerukan. Jadi ada 1.000 petugas gorong-gorong yang dibagi di dua lokasi," ujar Ridwan Kamil, Rabu, 9 November 2016. 

    Setelah dikeruk, dua jalan tersebut bakal dipasang teknologi tol air yang diharapkan mampu mengurangi luapan dari saluran-saluran air Sungai Citepus, yang belakangan diketahui tidak mampu mengaliri air dengan baik. "Kemudian, dalam hitungan dua minggu, dipasang tol air, satu di Pasteur, dua di Pagarsih. Tol air ini untuk membelah arus air," ujarnya.

    Selain itu, di bagian Jalan Bima, yang posisinya berada di atas Jalan Pagarsih, akan dibuat danau retensi guna menghambat arus air langsung masuk ke Sungai Citepus.

    "Bulan depan kita akan bikin danau retensi di Jalan Bima supaya menahan air yang ke Pagarsih. Luasnya 3.000 meter persegi. Mudah-mudahan selesai Januari," jelasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.