Ini Pesan Ketua Golkar Setya Novanto di Musyawarah Kosgoro  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam Rapat Pleno Pengurus DPP Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta,6 Oktober 2016. TEMPO/Maria Fransisca (magang)

    Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam Rapat Pleno Pengurus DPP Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta,6 Oktober 2016. TEMPO/Maria Fransisca (magang)

    TEMPO.COJakarta - Musyawarah Pimpinan Nasional Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong-Royong (Kosgoro) 1957 resmi dibuka. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua Kosgoro 1957 Agung Laksono membuka musyawarah yang rencananya digelar 9-11 November 2016.

    Dalam sambutannya, Novanto menegaskan dukungan partai berlambang pohon beringin itu kepada pemerintah. "Kita tidak punya pengalaman jadi oposisi. Ketika jadi oposisi, maka Golkar berantakan," kata Novanto di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta, Rabu, 9 November 2016.

    Novanto berharap Kosgoro 1957 kembali ke khitahnya sebagai organisasi karya dalam bidang koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah. Kekuatan ini untuk bisa bersatu. "Dalam muspimnas ini, saatnya ekonomi kerakyatan sebagai organisasi koperasi harus ditumbuhkan kembali," ujarnya. 

    Baca: Trump Menang, Fahri Hamzah: Jokowi Harus Berhati-hati, Sebab...

    Novanto memuji perkembangan Kosgoro di daerah yang pesat. Sebab, ketika ke daerah, dia selalu disambut kader Kosgoro. "Ini yang harus dicontoh pemimpin, partai, dan Kosgoro. Ada orang yang tidak mengisi jabatan, tapi bergerak di ormas-ormas."

    Dukungan terhadap pemerintah juga ditegaskan Ketua Kosgoro 1957 Agung Laksono. Ia menyatakan dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Umum 2019, termasuk memberikan dukungan bagi Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Kepala Daerah 2017.

    Simak: Mantan Biarawati Ini Melaporkan Ahok, Alasannya...  

    Pembukaan musyawarah berlangsung singkat. Beberapa petinggi partai Golkar hadir dalam acara tersebut, seperti Deff Laksono, Melky Lakalena, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

    ARKHELAUS W.

    Baca Pula
    Dubes Mikhail Galuzin: Rusia Hargai Pilihan Rakyat Amerika
    300 Eks Pasukan Irak Diculik ISIS di Mosul, 18 Ulama Dibunuh



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.