Presiden Joko Widodo Bantah Ganti Panglima TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo memanjatkan doa di depan makam Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman dalam acara ziarah nasional TNI di taman makam pahlawan nasional Kusumanegara, Yogyakarta, 28 September 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo memanjatkan doa di depan makam Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman dalam acara ziarah nasional TNI di taman makam pahlawan nasional Kusumanegara, Yogyakarta, 28 September 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo akhirnya merespons isu pergantian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ia membantah kabar mengganti jenderal berusia 56 tahun tersebut. "Saya sampaikan dan tegaskan bahwa tidak ada yang namanya penggantian Panglima TNI," ujar Presiden di Istana Kepresidenan, Rabu, 9 November 2016. 

    Sebelumnya, beredar pesan dan kabar di media sosial yang menyatakan Gatot Nurmantyo akan diganti menjadi Panglima TNI. Dalam berita itu juga tertulis bahwa Gatot tidak mempermasalahkan pergantian tersebut.

    Isu itu makin kuat ketika nama mantan Sesmil Presiden Joko Widodo, yaitu Marsekal Madya Hadi Tjahjanto, juga disebut-sebut sebagai Panglima TNI yang baru. Kebetulan, Hadi baru saja selesai menjalankan masa tugas di Istana Kepresidenan. 

    Presiden melanjutkan, tidak ada alasan yang membuatnya perlu mengganti Gatot dengan orang lain. Menurut dia, hubungannya dengan Gatot selama ini baik dan Gatot pun bekerja dengan baik sebagai seorang panglima. "Beliau telah bekerja dengan baik dari siang hingga malam," ucapnya. 

    Saat ditanya apakah akan menelusuri penyebar isu penggantian Panglima TNI, Presiden berkata akan memerintahkan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian. "Itu isu yang ingin memanaskan suasana," katanya. 

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.