PT KAI Uji Coba Rangkaian Baru Kereta Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga usai melakukan pengobatan gratis di dalam kereta kesehatan (Rail Clinic), Stasiun Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 27 Juli 2016. Rail Clinic adalah kereta kesehatan milik PT KAI yang merupakan retrofit dari KRD. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Warga usai melakukan pengobatan gratis di dalam kereta kesehatan (Rail Clinic), Stasiun Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 27 Juli 2016. Rail Clinic adalah kereta kesehatan milik PT KAI yang merupakan retrofit dari KRD. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COSolo - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan uji coba sebuah rangkaian kereta kesehatan baru. Kereta yang dilengkapi ruang pengobatan hingga apotek itu rencananya dioperasikan di Sumatera.

    Uji coba dilakukan dengan menjalankan kereta kesehatan atau rail clinic dari Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, menuju Stasiun Madiun, Rabu 9 November 2016. Kereta yang dilengkapi sirene dan lampu rotator seperti layaknya ambulans itu sempat singgah di Stasiun Balapan, Solo, untuk pengecekan.

    "Sejauh ini perjalanan cukup lancar," kata Kepala Balai Yasa Yogyakarta Eko Purwanto saat ditemui di Stasiun Balapan. Kereta berjalan dengan kecepatan rata-rata 70 kilometer per jam. Perjalanan dari Yogyakarta hingga Solo memakan waktu sekitar satu jam.

    Menurut Purwanto, kereta itu memiliki beberapa fasilitas di dalamnya. "Ada ruang pemeriksaan kesehatan umum serta mata," ujarnya. Selain itu, kereta tersebut dilengkapi ruang kebidanan serta farmasi.

    Sebagai fasilitas penunjang, terdapat laboratorium klinik skala kecil. "Ada pula ruang farmasi atau apotek," tuturnya. Kereta ini didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk mengevakuasi pasien. 

    Eko menyebutkan rangkaian kereta rel diesel itu bukanlah armada baru. "Ini merupakan hasil modifikasi kereta yang sudah tidak digunakan lagi," katanya. Sebelumnya, kereta tersebut digunakan untuk melayani penumpang umum dengan rute Bandung-Cicalengka.

    Proses modifikasi itu dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta. "Menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 miliar," ucapnya. Diharapkan, keberadaan kereta tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

    Selama ini, PT KAI baru memiliki satu rangkaian kereta kesehatan. Kereta itu merupakan fasilitas kesehatan yang digunakan untuk bakti sosial serta penanganan bencana.

    "Saat bencana banjir di Garut kemarin, kereta kesehatan itu kami kirim ke sana," kata Eko. Dalam penanganan bencana, kereta tersebut membawa enam dokter yang didampingi perawat, bidan, petugas laboratorium, dan apoteker.

    Juru bicara PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan kereta kesehatan yang lama tersimpan di depo lokomotif Stasiun Balapan, Solo. "Karena letaknya cukup strategis, berada di tengah Pulau Jawa," ujarnya.

    Sedangkan rangkaian kereta baru akan segera dikirim ke Lampung. "Tahun depan, kami akan membuat dua rangkaian lagi," tutur Eko. Dua kereta itu akan ditempatkan di Palembang dan Medan.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.