Setor Rp 5,3 M, 11 Tersangka RSUD Mukomuko Batal Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bengkulu - Sebelas tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah Mukomuko menyerahkan uang Rp 5,3 miliar kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Jumlah uang itu setara dengan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan akibat kasus tersebut. Penahanan seluruh tersangka kemudian ditangguhkan.

    "Karena kerugian keuangan negara telah dibayar sepenuhnya, kami menangguhkan penahanan para tersangka," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu, Ahmad Darmansyah, Selasa, 8 November 2016.

    Berdasarkan penjelasan Ahmad, penangguhan penahanan itu dimaksudkan agar pengusutan Kejaksaan tidak mengganggu pembangunan di Kabupaten Mukomuko. Selain itu, penangguhan juga untuk menjaga kearifan lokal antara Kepala Kejaksaan Negeri Mukomuko dengan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.

    "Untuk 11 tersangka dikenakan wajib lapor seminggu sekali," kata Ahmad. Belakangan diketahui wartawan, Bupati Mukomuko, Choirul Huda, telah mendatangi kantor Kejati Bengkulu, meminta 11 tersangka itu tidak ditahan.

    Kejati Bengkulu menahan 11 tersangka itu pada 7 November 2016. Kesebelas tersangka itu yakni, Yosetya Persada selaku pejabat pembuat komitmen sekaligus kuasa pengguna anggaran, Hermonaldi selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan, Popo Suparna selaku project manager PT Perusahaan Perumahan--perusahaan pemenang tender proyek itu.

    Selanjutnya, Agus Sugandi selaku konsultan, Zamhari selaku ketua tim provisonal hand over, dan enam orang bawahannya yang berstatus pegawai negeri, yakni Deni Arahman, Abdul Hadi, B. Hamzah, Novrizal Eka Putra, Berdi Hadinata, Agustian.

    Kepolisian Daerah Bengkulu menduga ada penggelembungan harga dalam proyek pembangunan gedung RSUD Mukomuko senilai Rp 53 miliar itu. Hasil pekerjaan gedung juga dianggap tidak sesuai spesifikasi.

    Sumber dana proyek itu adalah dari Pinjaman Investasi Pemerintah tahun 2012, yang sampai sekarang hampir 100 persen cair. Polisi belakangan curiga lantaran pengerjaan fisik RSUD tak nampak usai.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.