Demo 4 November, Aburizal Minta Pimpinan Partai Bijaksana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ketiga RI, BJ Habibie, didampingi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menghadiri rapimnas Golkar di JCC, 27 Juli 2016. TEMPO/Arkhe

    Presiden ketiga RI, BJ Habibie, didampingi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menghadiri rapimnas Golkar di JCC, 27 Juli 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta seluruh pimpinan partai politik dan pemerintah bijaksana dalam merespon unjuk rasa pada 4 November 2016.

    Akibat demonstrasi besar ini, situasi politik di Indonesia menyedot perhatian dari semua pihak.

    Menurut pria yang disapa ARB ini, sikap bijak dari pimpinan partai dan pemerintah diperlukan agar situasi tidak menjadi lebih buruk.

    "Yang akhirnya bisa menjadi ancaman bagi persatuan bangsa dan pembangunan Indonesia," katanya di Gedung DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Selasa, 8 November 2016.

    Aburizal juga meminta kader-kader Golkar mengimbau masyarakat agar memegang teguh empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan prinsip Bhineka Tunggal Ika.

    Perbedaan agama yang ada di Indonesia, kata dia, adalah rahmat untuk semua. "Perkuat persamaan bukan mempertajam perbedaan," kata dia.

    Selain itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengimbau semua pihak agar menahan diri dan tidak saling menuduh serta curiga pada pihak lain. Yang paling penting saat ini, kata Aburizal, adalah memegang prinsip persaudaraan.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.