Jusuf Kalla: Trump Menang, Perdamaian Dunia Akan Sulit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) meninjau pameran bersama Presiden Interpol, Mireille Ballestrazzi (ketiga kiri) seusai membuka Sidang Umum ke 85 Interpol di Nusa Dua, Bali, 7 November 2016. ANTARA FOTO

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) meninjau pameran bersama Presiden Interpol, Mireille Ballestrazzi (ketiga kiri) seusai membuka Sidang Umum ke 85 Interpol di Nusa Dua, Bali, 7 November 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Hillary Clinton memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat yang akan berlangsung pada 8 November waktu setempat. Kemenangan Clinton diperlukan untuk menjamin perdamaian dunia.

    "Indonesia dan dunia tentu berharap perdamaian, ingin sesuatu yang damai, dan perekonomian tetap berjalan. Ya, kalau Trump (yang menang), wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah," kata Kalla di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa, 8 November 2016.

    Persaingan ketat perebutan kursi Presiden Amerika terjadi antara Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Pemungutan suara akan berlangsung pada Selasa, 8 November waktu setempat.

    Saling serang antarkandidat berlangsung panas selama kampanye. Hillary diserang dengan isu e-mail-nya yang bocor, sedangkan Trump diserang dengan tudingan pro-Rusia.

    Kalla mengatakan banyak orang dan banyak negara yang mengharapkan Hillary memenangi pemilihan. Dalam kesempatan sebelumnya, Kalla menyebut, jika ada negara yang senang Trump menang, negara tersebut ialah Rusia. "Banyak orang berharap kepada Hillary, tapi nanti kita tunggu saja besok," kata Kalla.

    Namun, siapa pun yang menang, Kalla menyebut dampak hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika akan biasa saja. Hal ini diyakini Kalla walaupun pidato-pidato Trump lebih memberi langkah yang protektif bagi kepentingan nasional Amerika.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.