Kodam I Bukit Barisan Pecat 47 Prajurit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI mengangkat barang-barang milik seorang anggota TNI yang diusir dari rumah dinas di komplek TNI AD Gaperta Kodam I/Bukit Barisan, di Medan, 24 Maret 2016. Dipecat secara tidak hormat hingga diusir dari rumah dinas merupakan salah satu sanksi bagi anggota TNI yang terlibat narkoba. ANTARA/Septianda Perdana

    Prajurit TNI mengangkat barang-barang milik seorang anggota TNI yang diusir dari rumah dinas di komplek TNI AD Gaperta Kodam I/Bukit Barisan, di Medan, 24 Maret 2016. Dipecat secara tidak hormat hingga diusir dari rumah dinas merupakan salah satu sanksi bagi anggota TNI yang terlibat narkoba. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.COJakarta - Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan memberhentikan dengan tidak hormat 47 prajurit karena menghindar dari tugas (desersi) dan memakai narkotika. Keputusan pemecatan itu ditandatangani Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono.

    Sebanyak 28 dari 47 prajurit itu berpangkat tamtama, 16 bintara, 2 perwira pertama, dan 1 perwira menengah berpangkat letnan kolonel. "Tiga puluh enam prajurit yang diberhentikan dengan tidak hormat karena desersi dan 11 karena penyalahgunaan narkotika," kata Kepala Staf Kodam I/BB Brigadir Jenderal Tiopan Aritonang saat memimpin upacara pemberhentian di Lapangan Benteng, Medan, Senin, 7 November 2016.

    Adapun 36 prajurit yang dipecat karena desersi, kata Aritonang, sebagian besar sudah tidak ditemukan lagi di alamat rumah masing-masing. "Sudah tidak ada orangnya. Yang desersi sudah dicari, tapi belum ditemukan juga," ujar Aritonang.

    Menurut dia, sanksi pemberhentian sebagai anggota TNI karena pelanggaran disiplin diberikan agar prajurit TNI tidak main-main menjalankan tugas.
    Aritonang mengatakan siapa pun yang mangkir dari tugas dalam periode tertentu pasti akan dihukum sesuai dengan undang-undang.

    Sedangkan 11 prajurit Kodam I/BB yang terlibat narkoba, menurut Aritonang, tidak ada yang menjadi pengedar. "Meski mereka pengguna, mereka ikut-ikutan saja, sehingga tidak mengerti dan menjadi pengguna narkoba. Namun sanksi tegas tetap kami jatuhkan, yakni diberhentikan secara tidak hormat. Pemerintah sudah menyatakan perang terhadap narkoba," tuturnya.

    Aritonang menjelaskan, masih ada 121 prajurit Kodam I/BB yang saat ini sedang menjalani sidang karena kasus narkotika. "Nanti kalau terbukti bersalah, tentunya akan diberhentikan dengan tidak hormat juga," ujarnya.

    Secara simbolis, dalam upacara pemecatan itu, Brigjen Tiopan Aritong melepas baju dinas Prajurit Kepala Agus Alosius Purba, anggota Batalyon Infanteri 122/Tombak Sakti Brigif 7/Rimba Raya, karena kasus narkotika. "Terhitung hari ini dia sudah tidak anggota TNI. Sudah kembali menjadi warga sipil," tutur Aritonang.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.