Mahasiswa ITB Kembali Jadi Korban Begal Bermotor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Bandung—Mahasiswa Institut Teknologi Bandung kembali menjadi korban begal bermotor yang berkeliaran di sekitar kampus. Korban berinisial RZM, diburu dan dilukai dengan senjata tajam hingga kulit kepala dan kakinya sobek. Ketika mahasiswa tingkat dua Teknik Geodesi dan Geomatika itu terjatuh tidak sadarkan diri di pinggir jalan, pelaku mencuri sepeda motornya.

    Ketua Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB Bambang Setyadji mengatakan, peristiwa itu terjadi Ahad pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Korban saat itu hendak pulang ke tempat kos setelah mengikuti acara di Masjid Salman ITB sejak Sabtu malam.

    “Antara Jalan Gelap Nyawang sampai gerbang Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) Jalan Taman Sari, dia diteriaki dan dikejar oleh empat orang dengan dua sepeda motor,” kata Bambang, Senin, 7 November 2016.

    Saat pengejaran itu, pelaku melukai kepala kanan korban dengan senjata tajam. Korban terus melarikan diri ke arah Jalan Dayang Sumbi hingga akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri di pinggir Jalan Dago. Betis kanannya juga berdarah akibat terkena senjata tajam.

    “Menurut keterangan dokter, lukanya dijahit dan tidak sampai kena tulang. Minggu siang kemarin kondisinya mulai membaik,” ujar Bambang.

    Sebelumnya, begal motor memburu dua orang mahasiswa ITB yang keluar dari kampus pada Kamis dinihari, 20 Oktober 2016. Seorang korban yang merupakan anak dosen ITB terluka karena sabetan benda tajam di dekat lehernya.

    Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB Hari Muhammad menceritakan, anaknya yang berinisial RAM, 22 tahun, pulang dari kampus ITB sekitar pukul 00.30. RAM menuju tempat kosnya di daerah Dago Atas. Mahasiswa seni murni angkatan 2012 itu berboncengan dengan seorang teman sekampus. "Mereka dipepet dua pengendara sepeda motor yang berboncengan juga dan diminta berhenti," kata Hari.

    Korban memilih tancap gas karena posisi sepeda motor penjahat mengapit di sebelah kanan depan dan kiri belakang. Begal motor yang berada di sebelah kanan motor anaknya berusaha menendang-nendang dan menyabetkan semacam ikat pinggang yang ujungnya berbahan logam. Serangan itu mengenai teman anaknya di jok belakang. Setelah itu anaknya yang menjadi sasaran. "Sabetan benda tajam mengenai dada anak saya," ujar Hari.

    ITB menyerahkan kedua kasus tersebut ke pihak kepolisian. Pihak kampus juga meminta mahasiswa agar lebih berhati-hati ketika pulang malam, dan disarankan agar kegiatan tidak lebih dari pukul 19.00 WIB. “Hindari juga hari gelap ketika pulang dari kampus,” kata Bambang.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.