Kasus Penistaan: Ahok Dicecar Bareskrim, Apa Reaksi Jokowi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan terkait unjuk rasa 4 November di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2016 dinihari. Penampilan Jokowi mengenakan jaket menjadi perhatian netizen ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan terkait unjuk rasa 4 November di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2016 dinihari. Penampilan Jokowi mengenakan jaket menjadi perhatian netizen ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta tidak ada syak wasangka dalam pengusutan perkara dugaan penistaan agama oleh calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia ingin kasus itu benar-benar diusut tuntas tanpa kecurigaan apa pun.

    "Saya sudah perintahkan kepada Kapolri (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia) agar pemeriksaannya nanti bersifat terbuka," ujar Presiden Joko Widodo saat meninjau jalan tol Becakayu di Jakarta Timur, Senin, 7 November 2016. Jokowi mengaku belum tahu Kapolri bisa melaksanakan pemeriksaan yang terbuka.

    Baca: Kasus Ahok: Buni Yani Bakal Tersangka? Ini Kata Bareskrim

    Namun, ia tidak ingin keinginannya tersebut berbenturan dengan hukum yang berlaku. "Harus dilihat apakah ada aturan hukum atau undang-undang yang perbolehkan atau tidak. Kalau boleh, saya minta dibuka," ujar Jokowi.

    Hari ini, Polri memeriksa Ahok terkait dengan kasus penistaan agama karena ucapannya di Kepulauan Seribu akhir September lalu. Kala itu, Ahok meminta warga Kepulauan Seribu agar jangan mau dibohongi orang yang memakai Surat Al-Maidah untuk menyerangnya.

    Baca: Eks Bos Muhammadiyah: Ahok Tak Sebut Al-Maidah Itu Bohong

    Surat itu kerap ditafsirkan sebagai ajakan jangan memilih pemimpin nonmuslim. Ucapan Ahok itu memicu demontrasi besar-besaran pada 4 November pekan lalu. Demonstran mendesak pemerintah Jokowi agar memerintahkan kepolisian menuntaskan perkara Ahok dan menghukumnya.

    Mereka menduga Ahok dilindungi pemerintah Presiden Joko Widodo sehingga kasusnya belum juga tuntas hingga sekarang. Adapun Ahok sudah berulang kali meminta maaf kepada umat Islam ihwal ucapannya tersebut.

    ISTMAN M.P.

    Baca Pula
    Dugaan Pelecehan Presiden, Pro-Jokowi Laporkan Ahmad Dhani
    Ahmad Dhani Disebut Menista Jokowi, Polisi Disodorkan Bukti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.