Dahlan Iskan Tersenyum Saat Datangi Kejati Jawa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Surabaya - Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali memeriksa mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, Senin, 7 November 2016. Dahlan diperiksa untuk kedua kalinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan aset milik pemerintah daerah Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PWU).

    Mengenakan kemeja biru, Dahlan datang ke gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sekitar pukul 08.40. Didampingi pengacaranya, Pieter Talaway, bos media Jawa Pos tersebut hanya melemparkan senyum kepada wartawan yang sejak pagi menunggunya. Turun dari mobil, Dahlan langsung menuju lift untuk naik ke lantai lima tempat ruang penyidik.

    "Pemeriksaan hari ini hanya terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU, melanjutkan pemeriksaan Senin pekan lalu yang sempat tertunda," kata pelaksana tugas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Timur, Romy Arizyanto.

    Menurut dia, pemeriksaan Dahlan hari ini sekaligus melaksanakan kewajibannya melapor sebagai tahanan kota.

    Kejaksaan menahan dan menetapkan Dahlan sebagai tersangka pada Kamis dua pekan lalu. Namun atas pertimbangan kesehatan, pada Senin pekan lalu, statusnya berubah menjadi sebagai tahanan kota. Sebagai Direktur Utama PT Panca periode 2000-2010, Dahlan dianggap bertanggung jawab dalam penjualan aset PT Panca di Kediri dan Tulungagung.

    Korps Adhyaksa menjerat Dahlan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi serta Pasal 18, 55, dan 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Artinya, jaksa menuduh Dahlan menguntungkan diri sendiri, atau orang lain, atau korporasi, sehingga merugikan keuangan negara secara bersama-sama dan berulang.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.