Dugaan Penistaan Agama, Ahok Tak Rela Ditangkap dan Dibui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menghadiri workshop Jakarta Ahok Social Media Volunteers (Jasmev) di Jakarta, 5 November 2016. Tempo/Vindry Florentin

    Calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menghadiri workshop Jakarta Ahok Social Media Volunteers (Jasmev) di Jakarta, 5 November 2016. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengaku tidak rela ditangkap dan dipenjara seperti tuntutan demonstran pada Jumat, 4 November 2016. Pasalnya, konten video yang memicu tuduhan penistaan agama tersebut tidak lengkap. Ia merasa difitnah.

    "Kalau negara hancur karena seorang Ahok, saya rela ditangkap dan dipenjara. Tapi bukan karena difitnah dengan menghilangkan kata 'pakai'," kata Ahok setelah menghadiri workshop Jakarta Ahok Social Media Volunteers di Jakarta Selatan, Sabtu, 5 November 2016.

    Ahok mengatakan tuntutan agar ia ditindak hukum muncul setelah video yang diunggah Buni Yani viral. Dalam video tersebut, Ahok terekam mengutip Surat Al-Maidah ayat 51. Ucapan Ahok dituduh menistakan agama.

    Ahok mengatakan pengunggah video tersebut telah mengaku menghilangkan satu kata. Kata tersebut yaitu 'pakai' sehingga menimbulkan banyak reaksi hingga berujung kepada demonstrasi.

    Ahok mengatakan Buni Yani teledor dengan menghilangkan satu kata tersebut. "Kalau menurut saya, dia sengaja fitnah, sengaja membuat gaduh negara ini," katanya.

    Meski begitu, Ahok mengatakan ia telah meminta maaf. Ia juga tetap akan menjalani proses hukum. Jika terbukti bersalah, ia mengaku lebih rela ditangkap dan dipenjara. Ahok pun menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya.

    Sebelumnya, aksi ratusan ribu massa pada 4 November 2016 menuntut penegak hukum mempercepat proses hukum terhadap Ahok terkait dengan kasus dugaan penistaan agama. Presiden Joko Widodo menyatakan kasus ini akan diselesaikan secara tegas, cepat, dan transparan.

    VINDRY FLORENTIN

    Saksikan VIDEO:
    Aksi Massa 4 November (Dilihat dari Udara)
    Begini Detik-Detik Kerusuhan Saat Demo di Depan Istana
    Amien Rais: Langkah Hukum Ahok Segera Berjalan
    Aksi Damai di Depan Istana Berakhir Ricuh
    Massa Pendemo 4 November Temui Ketua MPR
    Massa Luar Batang Geruduk Rumah Ahok
    Redam Aksi Anarkistis, Polisi Lepaskan Gas Air Mata
    Presiden Jokowi: Demo 4 November Ditunggangi Aktor Politik
    Demo di Makassar Blokir Jalan Tuntut Ahok Ditangkap
    Demo 4 November Makin Ricuh, Truk Polisi Dibakar
    Unjuk Rasa 4 November Ricuh, Polisi dan Pendemo Bentrok
    Massa Pengunjuk Rasa Siap Demo Tuntut Ahok Diproses Hukum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.