Bareskim Polri Menggulung Sindikat Sabu Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolsek Penjaringan Komisaris Bismo Teguh saat konferensi pers terkait penangkapan bandar sabu di kawasan Muara Baru Jakarta Utara. Bismo meliris itu di kantornya pada Senin, 6 Juni 2016. Tempo/Avit Hidayat

    Kapolsek Penjaringan Komisaris Bismo Teguh saat konferensi pers terkait penangkapan bandar sabu di kawasan Muara Baru Jakarta Utara. Bismo meliris itu di kantornya pada Senin, 6 Juni 2016. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse dan Kriminal Polri mengulung sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia. "Sebanyak empat tersangka yakni AY, 36 tahun, CG, 40 tahun, DO, 35 tahun, dan JN, 33 tahun, ditangkap akhir Oktober 2016," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Dharma Pongrekun," dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, 5 November 2016.

    Menurutnya, kasus ini terungkap setelah tim pimpinan Kasubdit Narcotic Investigation Center (NIC) AKBP Donny Setiawan mendapatkan informasi adanya peredaran sabu jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan. "Pada 29 Oktober, Tim NIC menangkap AY di Batam. Dia berperan sebagai orang gudang yang menerima pengiriman dari transporter Malaysia. Tim NIC menyita 6,3 kilogram sabu," kata dia.

    Kemudian tim mengembangkan kasus dan menangkap tersangka CG yang berperan sebagai pengendali gudang. Tak berapa lama, tim juga menangkap DO di sebuah perumahan di Batam. "Keduanya berperan sebagai transporter pengangkut methapethamine dari Malaysia ke Batam menggunakan speed boat," ujarnya.

    Berdasarkan pengembangan dari ketiga tersangka, Tim NIC kemudian berhasil membekuk JN di Kabupaten Aceh Utara, pada 31 Oktober. "Perannya sebagai koordinator sindikat Indonesia yang mengendalikan tiga tersangka lainnya," terangnya.

    Sementara modus pengiriman narkoba yang dilakukan para tersangka ialah membungkus sabu menggunakan alumunium foil, kemudian paket sabu disimpan dan dibawa menggunakan speed boar dari Malaysia ke Batam. "Daerah peredaran sindikat ini adalah Bandung, Surabaya, Palu, Batam, Jambi, Medan, dan Papua," rincinya.

    Pihaknya memastikan akan terus melakukan pengembangan pengusutan kasus ini. Atas perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (2) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.