Aksi Simpatik Saat Demo, Pungut Sampah dan Bawa Tanaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rima (27) dan Qhori (22) memungut sampah di Pelataran Jalan Medan Merdeka Selatan.  Santri Az- Zikrah binaan Ustad Arifin Ilham memungut sampah dari Gambir hingga Patung Kuda, 4 November 2016. TEMPO/Ihsan Reliubun.

    Rima (27) dan Qhori (22) memungut sampah di Pelataran Jalan Medan Merdeka Selatan. Santri Az- Zikrah binaan Ustad Arifin Ilham memungut sampah dari Gambir hingga Patung Kuda, 4 November 2016. TEMPO/Ihsan Reliubun.

    TEMPO.CO, Jakarta - Rima dan Qhori terus memunguti sampah yang berada di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Utara.  Keduanya bolak balik di jalan tersebut untuk mengumpulkan sampah ke dalam trashbag.

    Kedua perempuan berhijab dan berseragam putih itu mendatangi setiap pengunjuk rasa yang sedang makan dan minum di trotoar. Dengan sopan mereka meminta kemasan dan botol plastik minuman dimasukkan dalam trashbag.   

    "Ini salah satu wujud untuk membuktikan bahwa Islam itu bersih. Sehingga tidak ada yang menyebut Islam itu kotor, atau gimana gitu," tutur Rima, 27 tahun yang ditemani Qhori, 22 tahun pada Jumat petang, 4 November 2016.

    Keduanya kebagian tugas mengumpulkan sampah yang berada di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, sejak dari Stasiun Gambil hingga Bank Indonesia.

    Keduanya adalah jamaah Pesantren Az-Zikrah, Sentul, Bogor yang dikelola Ustad Arifin Ilham. Selain Rima dan Qhori, ada ratusan jamaah Az-Zikrah lainnya yang ikut dalam unjuk rasa terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Purnama alias Ahok.

    "Sebelum berangkat ke Istiqlal,  Ustad Arifin memberi pesan ke kami untuk menjaga perilaku saat mengikuti unjuk rasa," kata Qhori.

    Para jamaah itu, ada yang ikut berunjuk rasa, ada pula yang mengumpulkan sampah di sepanjang jalur demonstran. Yakni dari Masjid Istiqlal, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat hingga depan Istana Presiden.

    "Cara kami berunjuk rasa ya dengan mengumpulkan sampah. Umat Islam harus mengaplikasikan kebersihan," kata Rima.

    Prinsip yang sama juga diterapkan Topan, 28 tahun. Anggota salah satu ormas keagamaan di Jakarta Utara ini telah hadir di Masjid Istiqlal sejak Kamis Subuh, 4 November 2016.  

    Di dalam rombongannya, Topan bersama belasan rekannya, kebagian tugas mengumpulkan sampah para demonstran.  Pagi hari, dia mengumpulkan sampah  di sekitar Masjid Istiqlal.

    Usai salat Jumat, para demonstran mulai konvoi menuju Istana Presiden. Dia ikut jalan kaki bersama rombongannya yang kerap meneriakkan Allah Akbar.  

    Dengan kantong plastik seukuran 1 meter, Topan mengumpulkan sampah yang berserakan di sepanjang jalan. "Saya sudah kumpulkan lima kantong," kata Topan yang pekerjaannya sebagai anggota Satpam.

    Kantong yang sudah penuh sampah dia letakkan di trotoar agar petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta mudah mengambilnya.

    Aksi mengumpulkan sampah juga dilakukan sejumlah demonstran di Makassar. Pada Jumat 4 November 2016,  Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) di Makassar berunjuk rasa  terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

    "Saat brifing kami diinstruksikan untuk tetap menjaga kebersihan dan memungut sampah selama aksi berlangsung," kata Aris Hasan, 25, salah satu peserta aksi.

    Mereka membawa kantong plastik besar dan memungut air mineral berupa gelas dan botol plastik. Mereka juga mengumpulkan kertas karton yang menjadi properti saat berdemo.

    FUIB memang menggelar longmarch dari Masjid Al Markaz Al Islami menuju kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Di tempat ini, mereka silih berganti berorasi dan menyuarakan tuntutannya.

    Juru bicara FUIB, Abdul Rahman, mengatakan sejak awal pihaknya bertekad untuk aksi damai. Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh ormas agar tidak membuat kegaduhan saat demostrasi terjadi.

    "Kami memang menganjurkan agar massa tidak meninggalkan jejak berupa sampah sehingga serentak ada pemberitahuan untuk memungut sampah saat bubar," ujar Rahman.

    Aksi simpatik lainnya selama unjuk rasa Aksi Bela Islam II ditampilkan LSM Gaza Jawa Barat. Dari Bandung mereka membawa tanaman dalam mobil pick up menuju Masjid Istiqlal.

    Tanaman itu diniatkan untuk mengganti taman di Jakarta yang kemungkinan rusak selama konvoi pengunjuk rasa.  Koordinator LSM Gaza kemudian menyerahkan tanaman itu ke putusa Dinas Pertamanan Provinsi Jakarta.

    IHSAN RELIUBUN |  ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.