Cegah Banjir, Kota Bandung Bikin 5 Danau pada 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi membantu warga mendorong sepeda motornya menembus banjir yang merendam Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 1 November 2016. Akibat banjir, seluruh arus kendaraan selepas gerbang tol Cileunyi dan dari arah Cibiru dialihkan melalui Jatinangor dan Parakanmuncang, Sumedang. TEMPO/Prima Mulia

    Polisi membantu warga mendorong sepeda motornya menembus banjir yang merendam Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 1 November 2016. Akibat banjir, seluruh arus kendaraan selepas gerbang tol Cileunyi dan dari arah Cibiru dialihkan melalui Jatinangor dan Parakanmuncang, Sumedang. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Penanganan banjir di Kota Bandung menjadi sorotan utama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2018. Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, Pemerintah Kota Bandung akan membangun danau-danau di sejumlah titik di Kota Bandung pada tahun 2017.

    "Tahun 2017 akan ada lima danau resapan yang memang DED-nya (detail engineering design) baru beres di tahun ini," ujar Ridwan Kamil di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Jumat, 4 November 2016.

    Baca:
    Banjir Bandung Butuh Rencana Aksi Multipihak

    Ridwan Kamil menjelaskan 5 danau ini berada di Jalan Bima, Sirnaraga, Babakan Jeruk dan Pasar Gedebage. " Yang kelima sedang pembebasan lahan untuk danau raksasa yang ada di masjid terapung," ujarnya.

    Baca:
    Cegah Banjir, Ridwan Kamil Akan Bongkar Area Hotel

    Meski demikian, Ridwan Kamil belum bisa menjelaskan secara teknis luas dan kedalaman danau-danau tersebut. Yang pasti menurut dia danau-danau tersebut dimaksudkan untuk menahan air banjir sebelum ke sungai. "Intinya kita mencegat air supaya tidak langsung mengalir ke ujung," katanya.

    Selain itu, program lain untuk mengentaskan banjir adalah Pemerintah Kota Bandung dan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda dalam waktu dekat akan membuat sebuah gerakan yang diberi nama satu rumah satu sumur resapan.

    "Kita akan bikin gerakan bersama DPKLTS yaitu gerakan satu rumah satu sumur resapan, agar melakukan yang namanya zero one off. Jadi rumah tidak menyumbang air ke gorong-gorong sehinga yang masuk gorong-gorong sebisa mungkin hanya air. Air yang masuk ke aspal atau ke trotoar, harusnya air habis disini (rumah)," tandasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.