Penjahit Baju Keluarga Jokowi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dia meraihnya dalam nomor 50 meter gaya dada.

    Dia meraihnya dalam nomor 50 meter gaya dada.

    INFO JABAR - Kecelakaan kerja menyebabkan Miswan harus kehilangan kedua tangannya. Tangannya diamputasi mulai dari atas siku. Namun, meski tanpa tangan yang sempurna, Miswan terlihat amat lincah dan cepat di lintasan kolam renang.

    Miswan adalah penyabet emas untuk Jawa Tengah pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat. Dia meraihnya dalam nomor 50 meter gaya dada klasifikasi S7, dengan catatan waktu 56.76 detik.

    Tak banyak yang tahu juga kalau Miswan pun bekerja sebagai penjahit di Solo. Tempatnya bekerja, Arjuna Tailor, adalah penjahit langganan keluarga Presiden Joko Widodo. Profesi penjahit sendiri baru dijalani Miswan sejak awal 2016.

    “Saya di sana (Arjuna Tailor) baru lima bulan dan mungkin sempat menjahitkan pakaian milik keluarga Jokowi,” kata atlet berusia 23 tahun ini.

    Didorong keinginannya memiliki keterampilan sendiri, Miswan memberanikan diri mengikuti pelatihan di kotanya. Kenekatan rupanya memang menjadi modal Miswan untuk maju. Tak hanya berani ikut pelatihan menjahit, meski tak punya tangan, Miswan pun tak gentar mengikuti seleksi atlet renang untuk Peparnas. Padahal boro-boro piawai berenang, menceburkan diri ke kolam renang pun belum pernah.

    “Saya sebenarnya belum pernah berenang. Jadi pada awal seleksi itu benar-benar dari nol. Dari tenggelam sampai akhirnya bisa,” ucap Miswan.

    Ajakan menjadi atlet renang sebetulnya sudah datang sejak lama dari seorang kawannya. Namun, karena kondisi ekonominya tak mendukungnya untuk menjalani latihan, Miswan menunda keinginannya menjadi atlet dan bekerja.

    Saat memulai latihan, Miswan dipegang langsung oleh pelatih-pelatih tingkat nasional. Miswan amat bersyukur karena mereka melatihnya dengan sangat serius. Miswan juga atlet yang ulet, serta tahan banting. Sering kali dia kesulitan untuk pulang dari tempat latihan.

    “Kalau perginya ada bus, tapi kalau pulang, tidak ada yang anter, saya jalan saja,” tuturnya. Jarak antara tempat latihan dan rumahnya cukup jauh, sekitar tiga kilometer.

    Keikutsertaan Miswan dalam Peparnas juga mendapat dukungan dari pemilik Arjuna Tailor. Dia diberikan cuti kerja agar bisa fokus bertanding. Jadi betapa bangganya sang bos tatkala membaca kemenangan Miswan lewat surat kabar.

    “Harapan saya ingin membanggakan orang tua karena dulu saat masih normal saya belum sempat membanggakan orang tua. Sekarang cita-cita saya itu,” katanya menutup pembicaraan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?