Aksi 4 November, Pendemo Masih Bertahan di Silang Monas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa GNPF MUI menunaikan Salat berjamaah disela unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, 4 November 2016. Kasus dugaan penistaan agama tersebut dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Massa GNPF MUI menunaikan Salat berjamaah disela unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, 4 November 2016. Kasus dugaan penistaan agama tersebut dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Sejumlah pengunjuk rasa masih berorasi dan berkumpul di area silang Monas dekat patung kuda Arjuna Wijaya, Jumat, 4 November 2016. Hingga pukul 19.32, tampak pengunjuk rasa terbagi di beberapa sudut.

    Sebagian dari mereka sudah memilih pulang atau kembali ke Masjid Istiqlal sejak sore. "Sampai pagi, kami akan di sini dengan aksi yang damai," tutur sang orator yang berteriak dari atas mimbar mobil, Jumat ini.

    Baca Pula
    Militan Suriah: Hukum Ahok atau Peluru Kami yang Menghukum
    Diancam Militan Suriah, Ahok: Gue Calon Sekjen PBB Kali, Ya!

    Sementara itu, di sekitarnya, polisi terus berjaga mengamankan “Aksi Bela Islam” ini. Disinggung mengenai waktu unjuk rasa yang telah melewati batas, seorang polisi yang enggan disebutkan namanya mengaku belum mendapat perintah untuk bergerak. "Masih menunggu saja. Itu bukan kapasitas kami. Kami siap arahan Pak Kapolri," katanya.

    Undang-undang tentang kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum mengatur waktu unjuk rasa hanya bisa dilakukan hingga pukul 18.00. Meski massa masih membanjiri kawasan silang Monas, kendaraan sudah bisa melewati Jalan Medan Merdeka Selatan. 

    INGE KLARA

    Simak Pula
    HOAX: Berita Ahok Mundur dari Pilkada DKI 2017
    Khotbah Jumat 4 November, Ustad Solmed:Semoga Ahok Diperiksa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.