Penumpang Disarankan Hindari Stasiun Juanda dan Gondangdia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi terkini aksi demonstrasi di sekitar stasiun Gambir. TEMPO/DENIS RIANTIZA (MAGANG)

    Situasi terkini aksi demonstrasi di sekitar stasiun Gambir. TEMPO/DENIS RIANTIZA (MAGANG)

    TEMPO.COJakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek mengimbau pengguna kereta menghindari atau mencari alternatif stasiun selain Stasiun Juanda dan Gondangdia, Jumat, 4 November 2016. Sebab, kondisi Stasiun Juanda dan Gondangdia sangat padat karena penumpukan penumpang seusai demo. 

    "Kami sarankan mencari alternatif stasiun terdekat, seperti Cikini dan Sawah Besar. Saat ini kondisi Stasiun Juanda dan Gondangdia sangat padat," kata juru bicara PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa.

    Eva mengatakan massa yang telah selesai melakukan aktivitas dan unjuk rasa dari sekitar Istana Negara dan Masjid Istiqlal sebagian mulai menuju stasiun.

    Baca: Rizieq Shihab Hanya Mau Masuk Istana Kalau Ketemu Jokowi

    berdasarkan pantauan PT KCJ sampai pukul 16.30, kepadatan terjadi di Stasiun Juanda, yang lokasinya berdekatan dengan titik berkumpulnya massa. Tercatat hingga berita ini diturunkan, 52 ribu penumpang keluar dari stasiun ini atau naik 400 persen dari kondisi biasa yang sekitar 13 ribu penumpang per hari.

    Guna mengantisipasi kondisi demikian, petugas pelayanan dan pengamanan terus dikerahkan untuk mengurai antrean penumpang. Sejumlah loket mobile juga dikerahkan untuk antisipasi.

    Hingga kini imbauan bagi penumpang untuk naik dari Stasiun Cikini dan Sawah Besar terus disosialisasi guna menghindari antrean yang lebih panjang. "Sudah diantisipasi lonjakan penumpang kereta saat unjuk rasa hari ini."

    Baca: Demo 4 November, Wiranto Temui JK di Istana Wapres

    Semua perjalanan KRL dan stasiun pemberhentian beroperasi normal, yakni 881 perjalanan per hari, dan dilayani menggunakan 75 rangkaian yang berhenti di 72 stasiun.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.