Dhani: Kalau Tak Ada Keputusan Presiden, Kami Duduki MPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan massa memadati Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka duduk untuk mendengarkan orasi pimpinan Aksi Bela Islam II, 4 November 2016. TEMPO/AHMAD FAIZ

    Ribuan massa memadati Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka duduk untuk mendengarkan orasi pimpinan Aksi Bela Islam II, 4 November 2016. TEMPO/AHMAD FAIZ

    TEMPO.COJakarta - Aksi demonstrasi 4 November mencapai puncaknya pada saat sejumlah tokoh berorasi di atas mobil komando, di Taman Pandang Istana Negara, Jumat, 4 November 2016. Dari imam besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, hingga musikus Ahmad Dhani berorasi di atas mobil itu.

    Massa demonstrasi yang datang tampak duduk mengelilingi mobil. Massa terus datang dari arah Jalan Medan Merdeka Barat ke arah taman.

    Dalam orasinya, Rizieq masih dengan argumen awalnya terkait dengan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja alias Ahok, yang ia nilai telah menistakan agama. "Kami minta Presiden RI segera dan secepatnya memerintahkan Polri penjarakan Ahok sekarang juga," katanya.

    Bukan hanya Rizieq, dua Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, juga ikut berorasi. Mereka menekankan dukungan sebagai perwakilan rakyat terhadap aksi ini.

    Tak kalah dengan mereka, dua musikus juga berorasi. Mereka adalah musikus yang baru-baru ini terjun ke dunia politik, Ahmad Dhani dan Rhoma Irama. Keduanya berpakaian serba putih.

    "Kalau tak ada keputusan dari Presiden (terkait Ahok), saya dan umat Islam di sini akan menduduki gedung MPR," ucapnya. Hal ini langsung disambut teriakan takbir dari massa demo.

    Mereka juga sempat mengancam akan tetap berada di lokasi hingga Presiden mengambil keputusan terkait dengan Ahok. Selain mereka, tampak beberapa tokoh, dari Rachmawati Soekarnoputri hingga Amien Rais, yang datang dalam demo itu.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.