Polisi Ambil Bendera GAM dari Pendemo Asal Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dok. TEMPO/ Arie Basuki

    dok. TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan polisi menemukan bendera dan atribut Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dibawa peserta demo asal Aceh.

    Selain bendera GAM, ada beberapa spanduk yang menyatakan Aceh akan memisahkan diri dari Indonesia bila Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak ditindak. 

    Iriawan mengatakan bendera GAM dan sejumlah spanduk itu sudah diambil. Ia menegaskan, sudah ada kesepakatan dengan koordinator lapangan bahwa demonstrasi tidak boleh ditunggangi isu lain dan tidak boleh ada provokasi apa pun selama aksi berlangsung.

    "Sudah saya sampaikan kepada bagian yang menangani, kenapa ini bisa terjadi. Tadi langsung diamankan yang bersangkutan," kata Iriawan di Taman Pandang Istana, Jumat, 4 November 2016.

    Setelah memberikan keterangan kepada wartawan, Iriawan mengecek pasukan di depan Istana Negara. Ia ditemani sejumlah petinggi Tentara Nasional Indonesia. "Para pendemo akan diterima yang mewakili Presiden. Bisa Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, atau Kabareskrim," ucapnya.

    Massa mulai berkumpul di depan Taman Pandang Istana. Mereka berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa, seperti Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Aliansi Mahasiswa se-Tanah Air, termasuk puluhan anggota Laskar Mujahidin berseragam camo.

    Beberapa di antaranya mulai menyuarakan agar Basuki segera diadili atas tindakannya menghina Al-Quran. "Tangkap dan adili Ahok," demikian bunyi spanduk yang dibawa massa Aljamiyatul Washliyah.

    INDRI MAULIDAR

    Baca juga: 
    Demo 4 November, Istana Pastikan Akan Terima Demonstran
    Menjelang Demo 4 November, Jokowi Tinggalkan Istana
    Rizieq Shihab: Sumber Dana Aksi 4 November 'Unlimited'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.