Demo 4 November di Makassar, Kapolda:Hanya Sampai 18.00

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Polwan membagikan permen kepada pengguna jalan yang terjebak kemacetan di Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, 9 Desember 2014. Pembagian permen gratis dilakukan kepada pengguna jalan yang terjebak kemacetan saat melintas dilokasi aksi unjuk rasa mahasiswa saat memperingati hari anti korupsi. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang Polwan membagikan permen kepada pengguna jalan yang terjebak kemacetan di Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, 9 Desember 2014. Pembagian permen gratis dilakukan kepada pengguna jalan yang terjebak kemacetan saat melintas dilokasi aksi unjuk rasa mahasiswa saat memperingati hari anti korupsi. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, mengingatkan pengunjuk rasa mengenai batas waktu demonstrasi. "Demo hanya sampai pukul 18.00. Lewat itu akan saya peringatkan," kata Anton, Jumat 4 November 2016.

    Bersamaan dengan demonstrasi di Jakarta hari ini, 4 November 2016, organisasi masyarakat Islam di Makassar juga menggelar unjuk rasa terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    Anton mengatakan, unjuk rasa tidak boleh melewati batas waktu itu. Jika aksi diteruskan hingga malam hari, akan mengganggu masyarakat yang akan beristirahat.

    Massa yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Bersatu akan menggelar aksi dengan tajuk "Bela Agama dan Bela Al-Quran". Mereka mengambil titik aksi di Masjid Al Markaz Al Islami. Massa akan melakukan long march ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan dan kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

    Juru bicara Forum Umat Islam Bersatu, Abdul Rahman menyatakan estimasi massa yang akan turun mencapai 10 ribu orang. Selain dari Makassar, massa juga berasal dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

    "Kami jamin aksi ini berjalan damai. Kami hanya menyerukan agar pelaku penistaan agama harus diperlakukan sama," ujar Rahman.

    Kepolisian, kata Anton, akan mengawal ketat jalannya unjuk rasa. Sebanyak 3.000 personel gabungan dari polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan berada di sepanjang rute yang dilalui massa.

    Menurut Anton, polisi bertekad melakukan upaya persuasif dalam mengawal demonstrasi. Polda mengerahkan polisi wanita (polwan) untuk mengantisipasi potensi kericuhan. "Kami berharap peserta tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang lain," ujar Anton.

    Dia meminta masyarakat yang ingin beraktivitas agar menghindari sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, yang menjadi akses utama massa. Polisi juga telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan total.

    ABDUL RAHMAN

    Baca juga:
    Demo 4 November, Istana Pastikan Akan Terima Demonstran
    Ada Demo FPI, Jokowi Blusukan ke Bandara Soekarno Hatta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.