Efek Demo 4 November, Jokowi Blusukan ke Soekarno-Hatta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Terungkap ke mana Presiden Joko Widodo pergi di saat demo FPI hampir dimulai di depan Istana Kepresidenan. Menurut juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo, pria asal Solo itu blusukan ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

    "Hal itu dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi," ujar Johan dalam keterangan pers Istana Kepresidenan, Jumat, 4 November 2016.

    Johan melanjutkan bahwa hal utama yang akan dicek oleh Presiden Joko Widodo adalah perkembangan pembangunan kereta bandara. Sebagaimana telah diberitakan, Bandara Soekarno Hatta nantinya akan memiliki kereta tanpa awak.

    Pembangunan kereta tanpa awak itu sudah dimulai sejak September 2016. Adapun penandatanganan kontrak kerja samanya telah dilakukan antara PT Len Industri dan PT Angkasa Pura II pada 1 September lalu dengan nilai investasi mencapai Rp531 miliar untuk 300 hari.

    Karena Presiden Joko Widodo berkunjung ke bandara, Johan memastikan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan menerima perwakilan dari demonstrasi FPI. Ia berkata, hal itu sudah didelegasikan ke pihak lain.

    "Nanti yang menerima perwakilan adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto," ujar Johan Budi.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.