IHSG Melemah, Investor Asing Jadikan Demo 4 November Acuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah dan berpotensi bergerak dalam downtrend channel jangka pendek dengan potensi menuju 5.300.

    Sebelumnya pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG ditutup melemah 1,4 persen melewati 5.381,7. Hal ini menyusul kekhawatiran dari aksi demonstrasi besar anggota ormas Islam dari seluruh penjuru Indonesia, yang berpusat di Jakarta, hari ini, Jumat, 4 November 2016.

    "Meskipun downtrend namun technical analyst meyakini uptrend jangka menengah IHSG masih bertahan, dengan support pentingnya ada di 5.128," ujar analis pasar modal dari Samuel Sekuritas, Muhamad Makky Dandytra, saat dihubungi, Jumat, 4 November 2016.

    Dengan kondisi ini, Makky mengatakan investor sebaiknya menerapkan kewaspadaan dalam transaksi hari ini di sejumlah sektor. "Kecuali sektor CPO, ritel, konstruksi, area insustri, telekomunikasi, dan residensial."

    Menurut Makky, demonstrasi hari ini akan menjadi acuan keamanan negara di mata investor asing. "Terlebih setelah banyak berita yang menyebutkan kemungkinan demo ditunggangi oleh pihak-pihak radikal," katanya.

    Bursa Asia pagi ini dibuka melemah, Nikkei turun 0,8 persen, ASX melemah 0,6 persen, sedangkan KOSPI tercatat flat.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.