Ribuan Umat Islam Tegal Gelar Istighosah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi terlihat berjaga saat puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan menggelar aksi demo di depan Istana Negara,  Jakarta, 2 November 2016. TEMPO/Subekti

    Polisi terlihat berjaga saat puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan menggelar aksi demo di depan Istana Negara, Jakarta, 2 November 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Tegal - Ribuan umat Islam berkumpul di Masjid Agung Kota Tegal, Kamis, 3 Oktober 2016. Mereka yang tergabung dalam Forum Umat Islam Peduli Tegal menggelar istighosah dan doa bersama untuk kelancaran dan kesuksesan "Aksi Bela Islam II" di Jakarta, Jumat, 4 November 2016.

    Istighosah dipimpin oleh Habib Tohir Al-Kaff, pengasuh Pondok Pesantren Darul Hijrah Tegal. Pantauan Tempo, selepas Isya, ribuan umat Islam berbondong-bondong datang ke masjid terbesar di Kota Tegal itu. Mereka yang datang dari berbagai daerah di sekitar kota mengenakan baju serba putih.

    Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Tegal hadir dalam acara itu, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal, Abu Chaer An-Nur; Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Tegal, Nadirin Maskha; dan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal, Abdal Hakim. Hadir juga Wakil Wali Kota Tegal Nur Soleh dan sejumlah perwakilan dari Polres dan Kodim 0712/Tegal.

    Dalam doa bersama tersebut, Habib Tohir meminta agar pelaksanaan aksi damai 4 November berjalan lancar dan sukses. Habib juga memanjatkan agar Allah menurunkan bala tentara-Nya ke Jakarta. “Kami yang di sini meminta dan mengemis kepada-Mu Ya Allah, agar diturunkan bala tentara-Mu,” pinta Habib Tohir dalam doanya yang diamini ribuan umat Islam yang hadir.

    Habib Tohir menjelaskan, batalnya umat Islam dari Tegal berangkat ke Jakarta lantaran besarnya biaya untuk perjalanan. Menurutnya, butuh sekitar 60 bus untuk mengangkut ribuan warga yang ingin ikut. “Sebenarnya nama saya sudah tercatat di sana, tapi apa daya karena butuh biaya yang cukup besar,” ujar dia.

    Baca:
    Rizieq Shihab Minta Polisi Tangkap Ahok Besok
    Jokowi Temui Massa pada Demo 4 November?
    Begini Taktik Pasukan Asmaul Husna Hadapi Demo 4 November

    Dalam kesempatan itu, Habib Tohir juga meminta kepada penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk segera memproses hukum Gubernur DKI Jakarta Nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sebab, jika tidak, dia khawatir umat Islam akan semakin marah.

    Menurut Tohir, gerakan demonstrasi ini merupakan reaksi umat Islam akibat aksi yang dilakukan oleh Ahok. Karena itu, kata dia, yang seharusnya dipermasalahkan adalah yang membuat aksi. “Tapi ini banyak yang mempermasalahkan yang demo, yang merupakan reaksi dari aksi yang dilakukan Ahok,” kata dia.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal Abu Chaer An-Nur, juga meminta kepada kepolisian untuk tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. Dia meminta agar perlakuan kepada Ahok sama dengan warga negara yang lain. “Jangan menganakemaskan Ahok. Jangan karena dia gubernur, lalu kebal hukum,” ujar dia. Tuntutan yang sama juga disampaikan baik dari perwakilan Muhammadiyah maupun NU Kota Tegal.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.