Menjelang Demo 4 November, Massa FPI Gelar Tabligh Akbar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Tabligh Akbar Dewan Pimpinan Cabang FPI Kelapa Gading, di Gang Vespa, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Rabu, 3 November 2016. TEMPO/ Yohanes Paskalis

    Suasana Tabligh Akbar Dewan Pimpinan Cabang FPI Kelapa Gading, di Gang Vespa, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Rabu, 3 November 2016. TEMPO/ Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mengadakan kegiatan "Tabligh Akbar Keliling Jakarta" menjelang pelaksanaan unjuk rasa pada 4 November besok. Lewat unjuk rasa itu, massa FPI dan organisasi keagamaan lainnya mendesak pengusutan dugaan penodaan agama yang melibatkan Calon Gubernur DKI inkumben Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    Tabligh untuk mendoakan kelancaran unjuk rasa itu rencananya dilakukan 44 kecamatan di DKI Jakarta. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan di Dewan Pimpinan Cabang FPI di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Dari pantauan Tempo sejak pukul 19.35 WIB, Rabu 3 November 2016, warga sekitar Jalan Bangun Cipta Sarana, Pegangsaan Dua, Kepala Gading, sudah ramai berkumpul di tenda yang dibangun di lokasi tersebut. Warga Pegangsaan Dua dan sekitarnya yang datang pun melantunkan shalawat, sambil duduk secara lesehan di sekitar tenda tersebut.

    Ketua Umum FPI Rizieq Shihab dijadwalkan memberi tausyiah dalam acara tersebut, namun dia tak terlihat hingga pukul 22.00 WIB, lantaran menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor Badan Reserse dan Kriminal Polri.

    "Belum, Habib (Rizieq) belum tiba. Ini masih sambil ditunggu. Tadi belum pukul 19.00 WIB, acara sudah mulai," ujar M. Indra, warga Jalan Bangun Cipta Sarana yang membantu pengamanan lokasi tabligh.

    Baca:
    SBY Minta Ahok Diproses, Ketua DPR Ade Komarudin: Ini BagusKader Demokrat yang Tersinggung Ucapan Ahok Dipersilakan Turun ke Jalan
    5 Daerah di Sumatera Utara Juga Demo Anti-Ahok

    Sejak pukul 19.45 WIB hingga saat berita ini ditulis, sejumlah tokoh dari Dewan Pimpinan Pusat FPI beruntun masuk ke lokasi acara, sambil dikawal masyarakat setempat. Namun, akses masuk yang rapat menghalangi Tempo mendekati para ulama tersebut.

    Kepala Polsek Kelapa Gading Komisaris Argo Wiyono pun sempat hadir, dan memberi sambutan singkat. "Sekarang banyak isu dan broadcast yang tak baik, hendaknya masyarakat mampu menyaring," ujar Argo di lokasi.

    Dia pun mendoakan agar unjuk rasa yang rencananya dilakukan di depan Istana Kepresidenan dan sekitarnya itu terlaksana tanpa rusuh.  "Semoga berjalan baik, dapat hasil yang baik," kata dia.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.