Aksi 4 November, Polda Jateng Kerahkan Polwan Berjilbab di Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan orang dari Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, 1 Juni 2015. Demo ini bertujuan melengserkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ratusan orang dari Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, 1 Juni 2015. Demo ini bertujuan melengserkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan mengerahkan 100 anggota polisi wanita (Polwan) berjilbab untuk ikut menjaga aksi masa khusus di Solo, Jum’at 4 November 2016.

    “Khusus Solo ada 1 SSK Polwan berjilbab,” kata Kepala Kepolisian daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal, Condro Kirono, seusai apel pasukan, Kamis 3 November 2016.

    Dia tak menjelaskan perlakuan khusus penanganan kemanan di Solo dengan mengerahkan polisi berjilbab. Tapi, ujarnya, pengerahan pasukan khusus polwan berjilbab itu diharapkan bisa membuat situasi lebih damai. “Polisi Wanita berjilbab diharapkan bisa membuat situasi lebih kondusif,” kata Condro Kirono. Selama ini Solo dan kawasan sekitarnya dikenal sebagai kota dengan populasi Islam garis keras.

    Kepolisian Daerah Jawa Tengah per hari Kamis 3 November sekarang telah menetapkan status siaga 1 ter terkait rencana unjuk rasa di berbagai daerah pada hari Jumat 4 November 2016. Tapi anggota polisi   yang menjaga keamanan dilarang menggunakan senjata peluru tajam.

    Mulai Kamis 3 November 2016 ratusan anggota Polda Jawa Tengah disebar untuk pengamanan di enam wilayah yang menjadi lokasi unjuk rasa. Selain titik lokasi tersebut, penjagaan juga dilakukan di tempat ibadah. Tercatat enam lokasi unjuk rasa di Jateng meliputi Magelang, Solo, Karanganyar, Pekalongan, Pati, dan Semarang.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.