Demo 4 November, Ibu Pengajian Kirim Surat ke Ibunda Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo atau Jokowi, bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo, seusai diwawancarai Tempo di 'Rumah Saya', Pasar Minggu, Jakarta Selatan,  20 September 2012. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Joko Widodo atau Jokowi, bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo, seusai diwawancarai Tempo di 'Rumah Saya', Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 20 September 2012. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Solo- Ibu-ibu pengajian di Solo, Jawa Tengah, membuat acara sendiri untuk mendukung demo 4 November di Jakarta. Mereka akan menyerahkan surat kepada Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo, di kediamannya yang berada di Kelurahan Sumber.

    Komisi Advokasi Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Endro Sudarsono menyebut ibu-ibu itu akan menggelar pengajian di Masjid Mujahidin Banyuanyar, yang lokasinya tidak jauh dari kediaman Sudjiatmi. "Selama ini Masjid Mujahidin sering digunakan untuk kajian yang diselenggarakan (DSKS)," katanya.

    Selanjutnya, perwakilan ibu-ibu pengajian akan membawa surat ke kediaman Sudjiatmi. "Rencananya ada empat orang perwakilan," katanya. Surat itu berisi sikap mereka terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    Menurut Endro, mereka memiliki alasan tersendiri sehingga mengirimkan surat kepada ibunda orang nomor satu di negeri ini. "Kami yakin nasihat seorang ibu kepada putranya pasti lebih mengena," katanya beralasan.

    Pada rencana awal, sebenarnya akan mengirim rombongan besar peserta pengajian untuk bersilaturahmi ke kediaman Sudjiatmi. "Kami telah mempersiapkan kereta kelinci," katanya.

    Namun, mereka harus mengurungkan rencana itu mengingat prosedur keamanan yang ketat. "Kediaman presiden merupakan kawasan ring satu sehingga tidak sembarang orang bisa masuk," katanya. Karena itu, rencana untuk bersilaturahmi diganti dengan penyerahan surat.

    Komandan Komando Distrik Militer 0735/Surakarta, Letkol Inf Ari Prasetya mengaku telah mendengar rencana tersebut. "Pada intinya pengamanan di kediaman presiden sama dengan di Istana," katanya. Menurutnya, akses akan dijaga ketat oleh pasukan militer.

    Ari mengatakan pihaknya telah melakukan pendekatan dengan kelompok yang ingin melaksanakan kegiatan tersebut. "Mereka hanya bisa masuk jika pemilik rumah mengizinkan," katanya.

    AHMAD RAFIQ

    Baca juga:
    Jokowi Temui Massa pada Demo 4 November?
    Rizieq Shihab Minta Polisi Tangkap Ahok Besok
    Yusril Sarankan Sebaiknya Umat Islam Memaafkan Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.