Polisi Bangkalan Gagalkan Penjualan Senjata Buatan Pindad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • EMpat senjata PT Pindad (Persero) saat diluncurkan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. Senjata SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi. TEMPO/Subekti

    EMpat senjata PT Pindad (Persero) saat diluncurkan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. Senjata SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COBangkalan - Aparat Kepolisian Sektor Tanjung Bumi, Kepolisian Resor Bangkalan, Jawa Timur, menggagalkan transaksi ilegal senjata api (senpi) buatan PT Pindad. Seorang pemuda bernama Ishak Permadi, 32 tahun, warga Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, ditangkap karena menjual senjata organik yang biasa dipakai TNI tersebut.

    "Dari mana asal usul senpi masih diselidiki," kata Kepala Polres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Anisullah M. Ridha, Rabu, 2 November 2016.

    Anis menuturkan, transaksi senpi jenis FN tersebut terbongkar berkat kerja sama masyarakat. Ceritanya, Ishak menawarkan senpi kepada Ahmad, warga Desa Teguguh, Tanjung Bumi. Ishak kemudian memberitahukan tawaran itu kepada keluarganya, Marhaji. Saat itulah mereka bersiasat menjebak Ishak. Agar tak dicurigai, Ahmat memberikan uang muka pembelian Rp 6 juta kepada Ishak. Sisanya akan dibayar setelah senpi diserahkan.

    Ahmat dan Ishak sepakat melanjutkan transaksi di rumah Marhaji. Saat Ishak dalam perjalanan, Marhaji menelepon Kapolsek Tanjung Bumi Ajun Komisaris Sulaiman. Polisi langsung menuju rumah pelapor dan menangkap Ishak yang sehari-hari menjadi montir di sebuah bengkel. "Kasus ini baru pertama terjadi di Bangkalan," ujar Anis.

    Kepada penyidik, Ishak mengaku membeli senjata api tersebut dari seseorang di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, seharga Rp 25 juta. Transaksi dilakukan melalui telepon. "Akan kami telusuri bagaimana senpi ini sampai di tangan tersangka," kata Anis.

    Atas perbuatannya, Ishak terancam pidana penjara 20 tahun penjara. Polisi menjeratnya dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Selain senpi polisi juga menyita 1 buah magazine kosong, 12 butir peluru FN, dan 3 butir amunisi revolver.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.