Kata FPI Kalimantan Selatan Soal Logistik di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan longmars menuju Bareskrim dan Balai kota di Jakarta, 14 Oktober 2016. Mereka meminta pihak kepolisian untuk memproses hukum Ahok terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung umat muslim. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan longmars menuju Bareskrim dan Balai kota di Jakarta, 14 Oktober 2016. Mereka meminta pihak kepolisian untuk memproses hukum Ahok terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung umat muslim. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Ketua Front Pembela Islam Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Zakaria Baasyim, mengatakan sekitar 30 orang akan bergabung dalam demonstrasi besar-besaran di Jakarta untuk mendorong proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dugaan penistaan agama. Namun, ia belum tahu persis berapa massa FPI Kalsel akan bergerak ke Jakarta. Bagi calon pendemo, pihaknya bakal menyiapkan angkutan udara untuk membawa massa FPI ke Jakarta.

    Ia tegas mengatakan tidak ada dana sponsor yang memberangkatkan calon pendemo dari Kalsel ke Jakarta. Dana tiket pesawat pergi pulang ditanggung oleh setiap orang. Adapun ihwal akomodasi dan logistik selama di Jakarta, Zakaria menyerahkan pada pengurus FPI Pusat. “Kami tidak menyiapkan logistik. Kami hanya menyiapkan orang-orangnya, FPI Pusat yang ngatur masalah tidur, makan, dan lainnya,” ujarnya.

    “Pakai dana pribadi anggota. Ongkos besar? Enggak juga sebenarnya, persiapan sudah sangat matang,” ujarnya. Selain berdemonstrasi ke Jakarta, Zakaria tetap mengerahkan 2.000 massa aksi turun ke jalan di Kota Banjarmasin. Ia merencanakan demonstrasi terus digeber setiap hari Jumat pada pekan-pekan berikutnya.

    “Demo akan bergelombang, Jumat ini ada dan Jumat mendatang ada. Kita lihat saja perkembangannya di pusat,” ujar Zakaria.

    Seorang calon pendemo asal Kalimantan Selatan, Fikri, mengaku ikhlas ikut berdemonstasi ke Jakarta tanpa sokongan dana dari pihak manapun. Kebetulan, pria yang menjabat Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, itu memiliki rumah di Jakarta. Sebagai umat Islam, ia merasa terpanggil atas sikap Ahok menghina kitab suci Al-Quran.

    “Saya wajib membela agama tanpa diminta. Saya akan bergabung memberikan dukungan rekan-rekan untuk menuntut saudara Ahok diproses hukum, simpel saja,” kata Fikri.

    Fikri juga menampik ada agenda partai politik di balik keputusan berangkat unjuk rasa ke Jakarta. “Murni dana pribadi. Saya kan punya rumah, punya pekerjaan, dan wiraswasta. Enggak ada hubungan dengan parpol,” Fikri menegaskan.

    DIANANTA P. SUMEDI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.